返回该视频字幕总页

VERIFIED SUBTITLE TRANSCRIPT

Before an Intimate Scene: How Actors Learn to Trust | P4 Theater

Bahasa Indonesia · 376 条字幕

YouTube 平台字幕存档;未经逐句人工听校

项目 · 人类投降派

PROJECT / ARCHIVE CONTEXT

项目语境与简介

正式项目关系P4E-002 · 人类投降派
依据公开视频元数据整理(非字幕派生)

这条公开视频归入「人类投降派」。以下简介依据公开视频标题与说明整理:Watch the full filming record: How Is an Intimate Scene Filmed?

发布时间(UTC)
2026-09-20 17:15:07 UTC
时长
10 分 3 秒
类型
长视频
字幕
已存档全文
字幕语言
en、id、ja、ko

校验

与 YouTube 回读一致性

校验时间

2026年10月18日

SHA-256

bacb1abce58d…b0d8109e

点击时间码可跳到 YouTube 对应时刻。校验确认保存内容一致,不代表已经由人工逐字校对。
  1. 0:00

    Kalian semua saling percaya.

  2. 0:01

    Itulah yang terbaik.

  3. 0:02

    Kami bertiga saling percaya.

  4. 0:04

    Hmm, ya, setelah banyak...

  5. 0:05

    Sebenarnya, tak bisa ada orang lain lagi.

  6. 0:07

    Hmm, sungguh.

  7. 0:08

    Hmm.

  8. 0:08

    Bisa terasa dari kalimat pertama.

  9. 0:10

    B.

  10. 0:11

    Hubungan antara B dan O.

  11. 0:12

    Kamu, ya, ini yang ingin kukatakan, yaitu...

  12. 0:17

    Eh...

  13. 0:17

    Mereka...

  14. 0:19

    adalah...

  15. 0:20

    Mereka sudah hancur, ingin...

  16. 0:23

    saling terhubung.

  17. 0:26

    Seperti cermin pecah yang disatukan lagi,

  18. 0:28

    tapi tak bisa utuh kembali.

  19. 0:30

    Lalu mereka hanya bisa saling menyakiti,

  20. 0:31

    hanya agar lebih...

  21. 0:34

    Paham.

  22. 0:35

    Hmm.

  23. 0:36

    Ya, bayangkan kulitmu sendiri.

  24. 0:38

    Setiap bagian jiwamu terpecah-pecah,

  25. 0:41

    dan sangat tajam.

  26. 0:43

    Ya, satukan pecahan-pecahannya.

  27. 0:45

    Guncang, guncang, guncang.

  28. 0:46

    Masukkan saja kami berdua ke kantong plastik besar, lalu guncang.

  29. 0:49

    Hmm.

  30. 0:50

    Itu hanya akan makin hancur.

  31. 0:52

    Ya, tak ada cara...

  32. 0:53

    Pergi.

  33. 0:54

    Siapa menyelamatkan siapa?

  34. 0:55

    Tapi hubungan khusus itu, Xiao Ou...

  35. 0:58

    Xiao Ou merasa dirinya sangat bersalah.

  36. 1:00

    Lalu...

  37. 1:00

    Lalu kamu ingin membangun tatanan baru.

  38. 1:04

    Itulah maksudku mengatur jarak antarhuruf,

  39. 1:06

    lalu mengatur formatnya.

  40. 1:07

    Tapi itu tak bisa diatur.

  41. 1:09

    Kamu tak punya kemampuan berbuat apa pun.

  42. 1:12

    Kamu hanya bisa menghancurkanku,

  43. 1:14

    dan aku hanya bisa menghancurkanmu.

  44. 1:15

    Kenapa mereka berdua tak berpisah saja?

  45. 1:17

    Cepatlah putus.

  46. 1:17

    Bukankah ini seni?

  47. 1:19

    Hahahahahahaha.

  48. 1:21

    Karena tak mungkin setiap saat penuh inspirasi.

  49. 1:23

    Sebagian hal itu...

  50. 1:25

    bahkan sebagian besarnya hanya...

  51. 1:27

    Kebetulan adalah keterhubungan.

  52. 1:29

    Kebetulan adalah garis yang tak terputus.

  53. 1:31

    Hanya saja, itu meretakkan narsismemu.

  54. 1:35

    Membiarkan orang lain...

  55. 1:37

    masuk ke dalam...

  56. 1:39

    sejarahnya sendiri.

  57. 1:40

    Lalu muncullah kehidupan.

  58. 1:43

    Wah.

  59. 1:44

    Seperti sel telur dan sperma.

  60. 1:46

    Setiap kata, dan setiap kalimat.

  61. 1:48

    Lalu...

  62. 1:49

    seperti yang kamu bilang,

  63. 1:50

    itu menyebar,

  64. 1:51

    lalu dia bisa menangkap emosinya.

  65. 1:53

    Lalu, saat latihan "Three Lives, Three Worlds", pada hari pertama,

  66. 1:56

    hanya ada aku dan Siri di sana,

  67. 1:57

    dan A Meng tak ada.

  68. 1:58

    Lalu A, B, C membaca seperti ini.

  69. 2:00

    Kalimat pertama diucapkan A.

  70. 2:01

    Kalimat kedua diucapkan B.

  71. 2:01

    Kalimat ketiga diucapkan C.

  72. 2:02

    Tapi A Meng tak ada,

  73. 2:03

    jadi aku harus membaca dialog B dan C.

  74. 2:05

    Lalu...

  75. 2:05

    sebelum membaca,

  76. 2:06

    aku tak tahu harus berakting bagaimana.

  77. 2:07

    Lalu, Siri jadi A, kan?

  78. 2:08

    Dia membaca kalimat pertama.

  79. 2:09

    Aku mempelajarinya setelah dia selesai.

  80. 2:10

    Keren sekali.

  81. 2:11

    Ah, ya, coba saja.

  82. 2:13

    Kamu tak perlu mengatakan hal-hal itu.

  83. 2:15

    Baca saja dialognya.

  84. 2:16

    Kalau kamu merasa tak nyaman,

  85. 2:17

    kamu bisa membacanya lagi.

  86. 2:18

    Kalau menurutmu responsnya kurang tepat,

  87. 2:19

    ulangi lagi dialog sebelumnya,

  88. 2:22

    sampai dia merasa, "Hei,

  89. 2:23

    ini terasa pas,"

  90. 2:24

    baru kamu lanjutkan.

  91. 2:25

    Tak apa, aku tak menuntut apa-apa darinya.

  92. 2:27

    Tak apa, tak apa.

  93. 2:27

    Kamu bisa mencoba cara seperti ini.

  94. 2:29

    Jangan ucapkan apa pun selain dialog.

  95. 2:32

    Kalau kamu merasa itu salah,

  96. 2:33

    ulangi dialog sebelumnya.

  97. 2:35

    Sebenarnya, saat aku mendengarkannya,

  98. 2:38

    kurasa banyak hal di dalamnya.

  99. 2:41

    Lapisan imajinasinya sangat kaya.

  100. 2:44

    Sebenarnya, ini agak seperti trio.

  101. 2:46

    Ada begitu banyak hal di balik teks ini.

  102. 2:51

    Hmm.

  103. 2:51

    Hmm. Tapi hal itu...

  104. 2:52

    Hmm.

  105. 2:52

    Hmm, ya.

  106. 2:53

    Itu membantu jika dijelaskan kepada aktor.

  107. 2:55

    Tapi Amon, dia hanya...

  108. 2:58

    Siri dan kami tak memberi tahu dia apa subteksnya.

  109. 3:01

    Lalu Amon tetap berakting sama.

  110. 3:02

    Ya, hal itu sebenarnya...

  111. 3:04

    Hmm, yang tahu, tahu.

  112. 3:07

    Dan...

  113. 3:07

    makin sedikit yang kamu katakan,

  114. 3:09

    makin terbuka jadinya.

  115. 3:10

    Akhirnya, itu sampai kepada penonton.

  116. 3:13

    Penonton bisa terhubung dengan semua orang.

  117. 3:16

    Mungkin membantu kalau dijelaskan sejak awal.

  118. 3:19

    Lalu pada akhirnya...

  119. 3:20

    Tapi saat benar-benar menampilkannya,

  120. 3:21

    semuanya melupakan hal-hal itu.

  121. 3:23

    Ya, ya, ya, ya.

  122. 3:23

    Tak penting, itu tak penting.

  123. 3:25

    Sama sekali tak penting.

  124. 3:25

    Kamu juga bisa membayangkan gambaran saat membaca dialog.

  125. 3:28

    Gambaran apa saja boleh, paksa...

  126. 3:30

    Ini tidak dipaksakan, kan?

  127. 3:32

    Sebaiknya dipikirkan secara sadar,

  128. 3:35

    sampai imajinasi itu muncul tanpa disadari.

  129. 3:37

    Ya, pangeran menyelamatkan si cantik.

  130. 3:41

    Itu...

  131. 3:41

    agak klise.

  132. 3:42

    Sangat klise.

  133. 3:43

    Aku tak tahu.

  134. 3:44

    Aku tak tahu.

  135. 3:45

    Itu klise. Menurutku, ini agak klise.

  136. 3:47

    Sesuatu yang tak klise.

  137. 3:49

    Sesuatu yang tak klise.

  138. 3:51

    Oh, saling berjalin tadi sangat tak klise.

  139. 3:54

    Tadi...

  140. 3:55

    tak klise.

  141. 3:56

    Tapi mungkin dia terlihat aneh saat membungkuk untuk menyuapiku.

  142. 4:00

    Tapi tidak kalau close-up, kalau close-up...

  143. 4:03

    Wah, banyak sekali yang kamu pikirkan.

  144. 4:04

    Hanya aktor.

  145. 4:05

    Berakting.

  146. 4:05

    Aktor dengan pola pikir sutradara.

  147. 4:08

    Sial, aku pernah bertemu aktor begitu.

  148. 4:10

    Aku memang orang seperti itu.

  149. 4:12

    Tapi kemudian aku sadar,

  150. 4:13

    seharusnya bukan begitu.

  151. 4:14

    Aku tak bisa menahannya.

  152. 4:16

    Sekalipun aku jadi aktor,

  153. 4:17

    aku tetap saja mencemaskan banyak hal.

  154. 4:19

    Hmm, kamu harus percaya pada...

  155. 4:21

    kerja sama kalian.

  156. 4:22

    Tidak, tidak, tidak, tidak.

  157. 4:23

    Kamu tak perlu memikirkan filmnya.

  158. 4:26

    Lakukan saja yang paling ingin kamu lakukan.

  159. 4:28

    Jadilah tokoh dalam naskah itu.

  160. 4:30

    Jangan jadi, jangan berpikir.

  161. 4:33

    Oke.

  162. 4:34

    Lalu kenapa kamu tertawa?

  163. 4:37

    Bukan, tadi jatuh.

  164. 4:38

    Es batu ini kurang besar.

  165. 4:39

    Sudahlah, lepaskan saja.

  166. 4:41

    Lepaskan dia.

  167. 4:42

    Aku terlalu sering keluar dari peran.

  168. 4:44

    Maaf.

  169. 4:45

    Tak masalah.

  170. 4:46

    Hei, tak apa, keluar saja dari peran.

  171. 4:47

    Kalau mau keluar dari peran, keluar saja.

  172. 4:49

    Tapi kamu bisa masuk lagi.

  173. 4:51

    Ah.

  174. 4:52

    Hei, begini kelihatannya bagus?

  175. 4:54

    Aku terus berpikir,

  176. 4:55

    apa aku harus berbaring lagi?

  177. 4:56

    Tolong jangan khawatirkan aku, kumohon.

  178. 4:59

    Aku sedang berpikir.

  179. 5:00

    Aku memikirkan awal dan akhir kita.

  180. 5:02

    Coba kamu pikirkan.

  181. 5:03

    Biar kupikirkan.

  182. 5:05

    Awalnya adalah...

  183. 5:06

    Atau naskahmu...

  184. 5:08

    Apa awal dan akhirnya?

  185. 5:10

    Kamu sedang menghancurkanku.

  186. 5:11

    Dimulai dengan kehancuran.

  187. 5:12

    Dimulai saat aku sadar kamu menghancurkanku.

  188. 5:14

    Lalu aku hancur.

  189. 5:15

    Lalu kamu tidur nyenyak.

  190. 5:17

    Kamu sangat kedinginan, dingin, dingin.

  191. 5:18

    Lalu kamu mati membeku.

  192. 5:20

    Sangat tragis, awal dan akhir yang negatif.

  193. 5:23

    Dan dari...

  194. 5:24

    Dan kita berakting biasa saja.

  195. 5:26

    Tak harus seperti teater panggung.

  196. 5:27

    Oh.

  197. 5:27

    Aku mengerti, aku tahu.

  198. 5:28

    Bukan teater panggung.

  199. 5:29

    Pokoknya, dalam kehidupan sehari-hari,

  200. 5:31

    tapi keseharian juga punya emosi,

  201. 5:32

    dan kekerasan.

  202. 5:33

    Ya.

  203. 5:34

    Jiarui, tak masalah.

  204. 5:35

    Jiarui memang selalu begini.

  205. 5:36

    Teater panggung juga begini.

  206. 5:37

    Sial, terlalu banyak masalah denganku.

  207. 5:39

    Aku ingin tertawa tiap melihatmu.

  208. 5:41

    Kenapa?

  209. 5:41

    Aku terlihat lucu sekali.

  210. 5:42

    Seharusnya aku bermain komedi.

  211. 5:45

    Bukan, kamu tidak begitu.

  212. 5:47

    Bukan karena pengaruh komedi.

  213. 5:50

    Ya.

  214. 5:51

    Hmm.

  215. 5:52

    Saat melihat orang yang kamu sukai,

  216. 5:55

    kamu akan ingin tertawa.

  217. 5:56

    Benar.

  218. 5:56

    Tidak sesering itu.

  219. 5:58

    Hmm.

  220. 5:59

    Aku tak merasa kamu menghancurkanku.

  221. 6:01

    Kebiasaan.

  222. 6:02

    Kebiasaan apa?

  223. 6:03

    Menyakiti orang lain.

  224. 6:04

    Hmm.

  225. 6:05

    Karena itu kutulis saat suasana hatiku buruk, hehe.

  226. 6:09

    Sekarang suasana hatiku lumayan baik.

  227. 6:10

    Mungkin kita tak saling menyakiti,

  228. 6:12

    mainkan saja dengan lembut.

  229. 6:15

    Cinta yang tak berdaya.

  230. 6:18

    Aku mulai menghayatinya.

  231. 6:19

    Oke, aku pelan-pelan saja.

  232. 6:20

    Aku bukan orang yang kamu butuhkan.

  233. 6:22

    Tapi aku hanya punya kamu.

  234. 6:24

    Apa yang kamu katakan sekarang?

  235. 6:25

    Untuk apa?

  236. 6:26

    Kalau kamu ingin pergi, silakan.

  237. 6:28

    Kapan saja.

  238. 6:29

    Keluar!

  239. 6:33

    Keluar!

  240. 6:36

    Pergilah.

  241. 6:37

    Hmph.

  242. 6:38

    Begitukah, oke?

  243. 6:40

    Aku tak mau ini.

  244. 6:42

    Kulihat ada sedikit keengganan di matamu.

  245. 6:46

    Tidak.

  246. 6:47

    Bagaimana caramu membuatku percaya?

  247. 6:49

    Aku tak bisa memercayai siapa pun lagi.

  248. 6:51

    Bagaimana caramu membuatku percaya?

  249. 6:53

    Kita bisa menjaga jarak lebih jauh.

  250. 6:55

    Kamu mengerti?

  251. 6:56

    Gelasnya bisa dibuang setelah airnya habis.

  252. 6:58

    Aku tak bisa memberimu lebih.

  253. 7:00

    Apa gunanya?

  254. 7:02

    Ya.

  255. 7:03

    Kumohon, pergilah.

  256. 7:05

    Pergi saja, tak perlu begini.

  257. 7:06

    Hanya yang menonton yang bisa menangis.

  258. 7:08

    Aku terus keluar dari peran.

  259. 7:10

    Aku tak bisa menghayatinya,

  260. 7:12

    tapi aku bisa memaksakan diri berakting.

  261. 7:15

    Ada apa denganmu?

  262. 7:16

    Aktingmu cukup bagus, kan?

  263. 7:18

    Oh, maaf.

  264. 7:19

    Tidak.

  265. 7:19

    Tidak, mungkin aku belum terbiasa dengan lingkungan lokasi syuting.

  266. 7:21

    Hehehe.

  267. 7:22

    Aku...

  268. 7:22

    Aku benar-benar lupa tentang dia.

  269. 7:24

    Oh, kamu lupa?

  270. 7:25

    Ah, pada dasarnya.

  271. 7:26

    Di banyak momen,

  272. 7:27

    aku selalu memperhatikan ini.

  273. 7:28

    Bagus sekali, bagus sekali.

  274. 7:29

    Sial, aku menangis, aku menangis.

  275. 7:30

    Terutama karena aku tak bisa menghayati tokoh yang berdosa itu.

  276. 7:34

    Tak apa, tak apa.

  277. 7:35

    Kamu bukan, kamu bukan.

  278. 7:36

    Sebenarnya, Ricky, kamu juga bagus sekali.

  279. 7:37

    Kamu juga bagus sekali.

  280. 7:38

    Hanya terbawa ke dalamnya.

  281. 7:40

    Hanya saling berhadapan.

  282. 7:42

    Oh, sial, tunggu sebentar.

  283. 7:44

    Tenang dulu.

  284. 7:44

    Istirahat dulu, istirahat dulu.

  285. 7:46

    Bagus, sial.

  286. 7:47

    Sial.

  287. 7:47

    Ricky, aktingmu sangat bagus.

  288. 7:49

    Bagus sekali.

  289. 7:49

    Hmm.

  290. 7:51

    Ya, aku merasa seperti dituntun.

  291. 7:53

    Ya.

  292. 7:53

    Karena aku merasa kamu itu Jiarui,

  293. 7:55

    jadi aku tak bisa menghayatinya.

  294. 7:56

    Aku terus berpikir, siapa B kecil itu?

  295. 7:59

    B, ya?

  296. 8:00

    Oh.

  297. 8:00

    Dia lupa apa yang ditulisnya sendiri.

  298. 8:02

    Tidak.

  299. 8:02

    Bukan, aku seperti, oh...

  300. 8:04

    Itu B kecil, aku B besar.

  301. 8:06

    B besar, B besar, B besar, B besar, bukan.

  302. 8:08

    Aku terus mengira itu Jiarui.

  303. 8:10

    Bukan Jiarui, bukan Jia.

  304. 8:11

    Itu Jiarui, tak mungkin.

  305. 8:13

    Tak apa.

  306. 8:13

    Aku juga tak tahu.

  307. 8:14

    Tak masalah, untuk berakting tak masalah.

  308. 8:16

    Pokoknya hasilnya bagus.

  309. 8:17

    Aku tak bisa membedakannya.

  310. 8:18

    Asalkan hasilnya bagus.

  311. 8:19

    Tidak, tidak, tidak, tidak.

  312. 8:20

    Atau dia aktor yang sangat alami.

  313. 8:22

    Benar-benar alami.

  314. 8:22

    Tapi itu akan sangat menyakitkan.

  315. 8:25

    Dalam sedetik aku sudah keluar dari peran.

  316. 8:27

    Oh, kamu tak apa-apa.

  317. 8:29

    Kamu tak perlu begitu defensif.

  318. 8:32

    Ya.

  319. 8:33

    Sebenarnya, kamu tak perlu banyak bicara.

  320. 8:35

    Kamu sudah sangat bagus.

  321. 8:37

    Kamu juga istimewa.

  322. 8:38

    Ya, aku memang suka sekali bicara.

  323. 8:40

    Tahu tidak?

  324. 8:40

    Saat berimprovisasi,

  325. 8:41

    aku sangat suka mengucapkan dialog.

  326. 8:43

    Sial, aku bahkan tak tahu bagaimana aku bisa berakting begitu.

  327. 8:45

    Sebuah keajaiban terjadi.

  328. 8:46

    Ini benar-benar keajaiban.

  329. 8:47

    Kalian semua saling percaya.

  330. 8:49

    Inilah yang terbaik.

  331. 8:50

    Kami bertiga saling percaya.

  332. 8:51

    Hmm, ya, setelah banyak...

  333. 8:53

    Sebenarnya, tak bisa ada orang lain lagi.

  334. 8:55

    Hmm. Sungguh.

  335. 8:56

    Hmm.

  336. 8:56

    Oh, sial, kamu hebat.

  337. 8:58

    Oke.

  338. 8:59

    Hmm.

  339. 8:59

    Kurasa, sial...

  340. 9:01

    Yang barusan ini...

  341. 9:02

    Masing-masing adalah contoh yang bagus.

  342. 9:05

    Hmm.

  343. 9:05

    Sebuah rekaman.

  344. 9:07

    Kuberitahu, ya.

  345. 9:08

    Sungguh, hal-hal ini tak ada dalam rekamanmu.

  346. 9:11

    Orang biasa tak bisa merekam hal begini.

  347. 9:13

    Dia tak bisa merekamnya.

  348. 9:14

    Tak bisa merekam sesuatu sedekat itu.

  349. 9:17

    Takdir sedang menjadikanku...

  350. 9:18

    seorang aktor.

  351. 9:19

    Ya, menjadikanku seorang aktor.

  352. 9:21

    Ya, Jiarui, aktingmu sungguh bagus sekali.

  353. 9:25

    Jiarui luar biasa, sungguh.

  354. 9:26

    Kurasa, sial...

  355. 9:28

    Semuanya berkat teman-teman.

  356. 9:29

    Terima kasih.

  357. 9:30

    Terima kasih.

  358. 9:31

    Terima kasih.

  359. 9:32

    Terima kasih sudah membiarkanku...

  360. 9:33

    Terima kasih.

  361. 9:34

    Terima kasih sudah menunjukkan aktor yang bagus kepadaku.

  362. 9:36

    Wah! Ini membuatku sangat bersemangat.

  363. 9:40

    Sungguh.

  364. 9:41

    Aku sering bertanya-tanya,

  365. 9:42

    kenapa aku tak bisa mencintai?

  366. 9:44

    Tak ada yang...

  367. 9:46

    Tak ada yang mengajari kita cara mencintai.

  368. 9:48

    Apa itu bisa diajarkan?

  369. 9:49

    Cinta membutuhkan semacam...

  370. 9:51

    ketekunan.

  371. 9:53

    Tekad.

  372. 9:54

    Benar-benar tak pernah menyerah, dan...

  373. 9:56

    rasa aman.

  374. 9:57

    Untuk mencintai orang, kamu sendiri perlu merasa aman.

  375. 10:01

    Hmm.

  376. 10:01

    Terlalu berat.