返回该视频字幕总页

VERIFIED SUBTITLE TRANSCRIPT

Because It’s You|现在是你 — When Being Close Isn’t Enough

Bahasa Indonesia · 213 条字幕

YouTube 平台字幕存档;未经逐句人工听校

档案语境 · 现在是你

PROJECT / ARCHIVE CONTEXT

项目语境与简介

档案语境(非正式项目)现在是你
依据公开视频元数据整理(非字幕派生)

这条公开视频归入「现在是你」。以下简介依据公开视频标题与说明整理:Why does the same nickname hurt when someone else says it?

发布时间(UTC)
2026-10-11 10:18:27 UTC
时长
10 分 38 秒
类型
长视频
字幕
已存档全文
字幕语言
en、id、ja、ko、zh-Hans

校验

与 YouTube 回读一致性

校验时间

2026年10月18日

SHA-256

50acc60e200a…769084ea

点击时间码可跳到 YouTube 对应时刻。校验确认保存内容一致,不代表已经由人工逐字校对。
  1. 0:00

    Eh, si tukang merengek.

  2. 0:02

    Kamu marah kalau kupanggil begitu?

  3. 0:04

    Eh, tidak.

  4. 0:06

    Kenapa?

  5. 0:06

    Oh, aku sudah bukan begitu lagi.

  6. 0:07

    Sekarang kamu sudah tidak begitu?

  7. 0:09

    Ya.

  8. 0:09

    Kenapa sakit hati kalau orang lain yang bilang?

  9. 0:16

    Sedang memikirkan apa?

  10. 0:21

    Dialog yang tadi.

  11. 0:23

    Benar. Hm.

  12. 0:25

    Oke.

  13. 0:28

    Kamu tahu, seharusnya aku tidak seperti sekarang ini.

  14. 0:33

    Kamu tahu, seharusnya aku tidak seperti sekarang ini.

  15. 0:38

    Lalu mereka akan tertawa.

  16. 0:42

    Aku sedih sekali saat mengatakannya.

  17. 0:45

    Seharusnya aku tidak seperti sekarang...

  18. 0:49

    Mereka tidak mengerti aku.

  19. 0:59

    Ini bukan salahmu.

  20. 1:02

    Lalu mereka bilang aku tukang merengek.

  21. 1:05

    Cuma, “Huhuhu.”

  22. 1:07

    Hm.

  23. 1:08

    Karena kamu suka menangis.

  24. 1:10

    Oh.

  25. 1:11

    Aneh sekali.

  26. 1:13

    Lalu kuceritakan pada orang lain, mereka juga...

  27. 1:17

    Aku tak tahu mau cerita ke siapa. Mereka juga tak mau mendengar.

  28. 1:20

    Mereka cuma ingin tertawa, tak peduli hal lain.

  29. 1:26

    Tertawa itu tidak salah, tapi...

  30. 1:28

    Hm.

  31. 1:30

    Si tukang merengek.

  32. 1:32

    Saat mereka menyebutmu tukang merengek...

  33. 1:36

    Hm.

  34. 1:36

    Apa kamu sedih?

  35. 1:40

    Hm.

  36. 1:48

    Kamu bisa cerita padaku.

  37. 1:53

    Oke, sekarang aku bisa mendengarkanmu.

  38. 1:57

    Ceritakanlah.

  39. 2:01

    Kamu masih mau pergi?

  40. 2:12

    Hm?

  41. 2:14

    Hm?

  42. 2:16

    Hm.

  43. 2:17

    Bagus, bagus. Oke. Hehe.

  44. 2:23

    Kamu merasa aku memaksamu untuk tetap tinggal?

  45. 2:27

    Hm. Kalau begitu, baiklah.

  46. 2:31

    Aku khawatir kamu tinggal...

  47. 2:34

    Karena aku memaksamu.

  48. 2:41

    Haha.

  49. 2:42

    Aku tahu mereka menggambarkanmu sebagai orang yang menakutkan.

  50. 2:44

    Aku tahu kamu sebenarnya tidak begitu.

  51. 2:46

    Hm.

  52. 2:47

    Lalu kenapa kamu bilang tidak pergi?

  53. 2:50

    Hujan.

  54. 2:52

    Hm.

  55. 2:54

    Bisa peluk aku?

  56. 2:58

    Bisa, tapi agak panas.

  57. 3:00

    Aku bisa menyalakan AC.

  58. 3:04

    Tapi nanti terlalu dingin. Maksudku...

  59. 3:06

    Jadi, bisa peluk aku?

  60. 3:09

    Bisa.

  61. 3:11

    Lalu kenapa masih banyak alasan?

  62. 3:14

    Karena sekarang perasaanmu rumit.

  63. 3:20

    Atau bagaimana?

  64. 3:22

    Kamu benar-benar bisa...

  65. 3:26

    Bisa dicoba. Bisa dicoba.

  66. 3:28

    Kalau begitu, coba.

  67. 3:32

    Aku ingin menyandarkan kepala di tanganmu.

  68. 3:38

    Naik sedikit lagi.

  69. 3:41

    Kamu tertawa.

  70. 3:43

    Kamu seperti ulat kecil yang merayap.

  71. 3:45

    Hahaha, aku sampai ngakak.

  72. 3:49

    Kamu seperti ulat kecil.

  73. 3:52

    Lalu merayap lagi.

  74. 3:55

    Hm.

  75. 3:56

    Lalu taruh tanganmu di sini.

  76. 3:59

    Hm.

  77. 4:00

    Di mana?

  78. 4:00

    Di sini.

  79. 4:01

    Kamu belum pernah memeluk orang?

  80. 4:03

    Oh, oke.

  81. 4:08

    Kamu tertawa? Kamu tertawa lagi.

  82. 4:12

    Ah... apa yang kamu tertawakan?

  83. 4:15

    Tertawa itu meredakan tegang.

  84. 4:17

    Kenapa kamu tegang?

  85. 4:18

    Apa?

  86. 4:19

    Eh, si tukang merengek.

  87. 4:21

    Kamu marah kalau kupanggil begitu?

  88. 4:23

    Eh, tidak.

  89. 4:25

    Kenapa?

  90. 4:25

    Oh, aku sudah bukan begitu lagi.

  91. 4:27

    Sekarang kamu sudah tidak begitu?

  92. 4:28

    Ya.

  93. 4:28

    Kenapa sakit hati kalau orang lain yang bilang?

  94. 4:30

    Apa?

  95. 4:30

    Apa?

  96. 4:32

    Karena...

  97. 4:33

    Karena itu orang lain.

  98. 4:34

    Kalau sekarang?

  99. 4:36

    Sekarang kamu yang bilang.

  100. 4:37

    Sekarang kamu bukan tukang merengek lagi, ya?

  101. 4:38

    Oh. Hahaha.

  102. 4:41

    Ah.

  103. 4:43

    Eh, benar.

  104. 4:44

    Baguslah.

  105. 4:46

    Hahaha.

  106. 4:47

    Sedang apa?

  107. 4:48

    Kamu sedang apa?

  108. 4:49

    Aku melihat apakah kamu akan mulai merengek.

  109. 4:51

    Menaruh jari di daguku tak akan mengubahku jadi monster apa pun.

  110. 4:57

    Tapi leherku jadi agak tidak nyaman.

  111. 4:59

    Oke.

  112. 5:02

    Hei, kamu kepanasan?

  113. 5:05

    Sedikit.

  114. 5:06

    Kok aku tidak merasa panas?

  115. 5:10

    Lalu akhirnya kamu bagaimana?

  116. 5:12

    Pada akhirnya kamu bisa berbuat apa?

  117. 5:16

    Hm?

  118. 5:18

    Lalu waktu itu aku juga bermimpi.

  119. 5:20

    Aku bermimpi tentang Jiating.

  120. 5:22

    Lalu?

  121. 5:25

    Aku tahu Jiating memahami aku.

  122. 5:27

    Hm.

  123. 5:27

    Kami ada di tempat semacam tempat bermain anak...

  124. 5:30

    Hm.

  125. 5:31

    Semacam rumah gelembung warna-warni, dengan banyak bola kecil.

  126. 5:35

    Hm-hm.

  127. 5:35

    Kami berdua duduk di sana.

  128. 5:36

    Hm-hm.

  129. 5:37

    Ya, lalu... aku bilang...

  130. 5:41

    Sebenarnya, kamu tahu...

  131. 5:42

    Hm.

  132. 5:42

    Seharusnya aku tidak seperti sekarang ini.

  133. 5:44

    Hm.

  134. 5:45

    Aku sedang minta tolong.

  135. 5:48

    Bagaimana perasaanmu?

  136. 5:52

    Tapi saat itu tak ada yang menolongku, lalu...

  137. 5:57

    Tak ada yang memanggilku tukang merengek. Aneh sekali.

  138. 6:01

    Jadi, kamu tak melalui fase merengek itu.

  139. 6:04

    Mungkin orang mengira ia tak akan menangis, pasti cukup kuat.

  140. 6:14

    Hm.

  141. 6:16

    Nyaman sekali. Begini nyaman sekali.

  142. 6:21

    Kamu masih merasa panas?

  143. 6:24

    Hm.

  144. 6:26

    Sekarang agak hangat.

  145. 6:29

    Kurang lebih pas.

  146. 6:30

    Kalau begitu, oke.

  147. 6:31

    Bukan panas yang...

  148. 6:33

    Bikin gerah itu.

  149. 6:36

    Apa kamu pernah merasa takut?

  150. 6:39

    Hm. Takut tentang apa?

  151. 6:42

    Hm. Kematian.

  152. 6:49

    Hubungan intim.

  153. 6:52

    Teman.

  154. 6:55

    Masyarakat ini.

  155. 6:58

    Segalanya yang ada sekarang.

  156. 7:02

    Semua hal yang sedang terjadi.

  157. 7:09

    Apa kamu merasa takut?

  158. 7:14

    Iya.

  159. 7:17

    Hm.

  160. 7:23

    Waktu kecil, keluargaku...

  161. 7:25

    Pernah meninggalkanku. Lalu...

  162. 7:29

    Jadi, dalam hubungan intim aku cenderung takut pada...

  163. 7:32

    Hm.

  164. 7:36

    Hal-hal yang tidak stabil dan tidak pasti.

  165. 7:38

    Tiba-tiba terasa jauh dariku.

  166. 7:41

    Tapi saat terlalu...

  167. 7:45

    Saat terlalu dekat, rasanya...

  168. 7:48

    Maksudku...

  169. 7:50

    Sulit untuk lebih dari itu...

  170. 7:52

    Hanya...

  171. 7:54

    Sekadar...

  172. 7:56

    Lapisan pertama, yang...

  173. 8:00

    Lengket seharian...

  174. 8:01

    Tapi untuk masuk lebih dalam...

  175. 8:03

    Hampir tidak pernah.

  176. 8:06

    Jadi, itu membuatmu merasa hampa.

  177. 8:08

    Merasa gagal dan bosan.

  178. 8:12

    Pacaran itu, pada dasarnya, soal orang dengan orang...

  179. 8:17

    Bukan bentuk hubungannya itu.

  180. 8:19

    Atau sekadar mengejar bentuk itu.

  181. 8:24

    Tak dapat... tak dapat yang kamu inginkan...

  182. 8:28

    Bentuk hubungan itu bisa dijalani dengan siapa saja.

  183. 8:31

    Tapi...

  184. 8:33

    Hubungan antarmanusia bukan dengan sembarang orang.

  185. 8:42

    Sekarang agak panas.

  186. 8:44

    Hm.

  187. 8:46

    Iya.

  188. 8:48

    Hm. Ah.

  189. 8:50

    Hm.

  190. 8:52

    Wow.

  191. 8:53

    Hm.

  192. 8:54

    Saat napasmu mengenai leherku begitu,

  193. 8:58

    Rasanya jadi hangat.

  194. 9:02

    Suhu tubuhmu lebih tinggi.

  195. 9:03

    Kamu lebih hangat dariku.

  196. 9:04

    Hm. Benar, kan?

  197. 9:06

    Hm.

  198. 9:06

    Sepertinya suhu tubuhku sekarang...

  199. 9:11

    Kurang lebih begitu.

  200. 9:13

    Tertidur?

  201. 9:14

    Tidak.

  202. 9:16

    Sekarang rasanya...

  203. 9:19

    Hei, kenapa tidak bicara?

  204. 9:21

    Hm. Jadi, sekarang kita diam saja, ya?

  205. 9:31

    Keretanya datang.

  206. 9:43

    Hm.

  207. 9:44

    Mobil yang menjemputku akan datang.

  208. 9:47

    Sudah waktunya pergi?

  209. 9:52

    Kamu mau pergi?

  210. 9:54

    Oh.

  211. 9:56

    Lalu pergi...

  212. 9:59

    Hm.

  213. 10:05

    Tidak apa-apa.