- 0:03
Kenapa kamu datang?
- 0:56
Aku harus menemuimu.
- 1:33
Berhenti menyiksaku.
- 1:37
Pergi sana!
- 2:04
Aku mencintaimu.
- 4:22
Kenapa kamu datang?
- 4:27
Aku harus menemuimu.
- 4:39
Berhenti menyiksaku.
- 4:43
Pergi saja.
- 4:45
Aku mencintaimu.
- 4:53
Akting kalian buruk sekali.
- 5:00
Bukan. Bukan begitu.
- 5:02
Ada yang tidak beres.
- 5:08
Yang kuinginkan itu perempuan.
- 5:20
Sial.
- 5:28
Kalian anggap ini apa?
- 5:33
Ya...
- 5:43
Perasaan itu.
- 6:01
Maksudku...
- 6:37
Yang seperti itu. Kamu mengerti?
- 6:43
Kalian tidak mengerti.
- 6:46
Seumur hidup pun kamu takkan mengerti.
- 6:48
Kamu belum pernah mengalaminya.
- 6:49
Nanti pun kamu takkan mengalaminya.
- 6:57
Itulah masalah antara aku dan kalian.
- 7:01
Sederhana sekali.
- 7:03
Bagaimana menyelesaikannya?
- 7:05
Apa langkah berikutnya?
- 7:07
Bagaimana merekamnya?
- 7:55
Tinggal kalian berdua yang kumiliki.
- 8:03
Kalian harus percaya padaku.
- 8:05
Kalian harus membantuku.
- 8:09
Ini bukan urusanku seorang.
- 8:23
Bisa... bisa memahami aku?
- 8:24
Bisa?
- 8:26
Apa yang kamu pahami?
- 8:27
Apa yang kamu pahami?
- 8:27
Apa yang kamu pahami?
- 8:30
Bisa mengerti satu kalimat saja
- 8:32
dari kata-kataku? Satu kata pun?
- 8:40
Hasrat cinta.
- 9:06
Kamu tahu rasanya gagal?
- 9:38
Semuanya salah.
- 9:49
Mungkin sudah salah sejak awal.
- 9:52
Atau ada yang salah di tengah prosesnya.
- 9:55
Atau kalian yang bermasalah.
- 9:56
Atau aku yang bermasalah.
- 10:03
Atau kita semua baik-baik saja, tetapi
- 10:08
situasinya yang bermasalah.
- 10:12
Ini bukan yang kuinginkan.
- 10:16
Aku harus bagaimana?
- 10:28
Aku harus bagaimana?
- 10:50
Cinta.
- 10:55
Yang kuinginkan itu cinta.
- 11:01
Siapa yang bisa memberiku cinta?
- 11:04
Kamu bisa memberikannya?
- 11:05
Kamu bisa memberikannya?
- 11:07
Kamu bisa memberikannya?
- 11:10
Yang kuinginkan itu cinta.
- 11:13
Cinta.
- 11:45
Cinta.
- 11:47
Sial.
- 11:54
Apa aku sudah gila? Sial.
- 11:57
Bangsat.
- 12:05
Aku sungguh tak tahu cara memainkannya.
- 12:13
Aku sama sekali tak yakin.
- 12:19
Kegembiraan saat hancur.
- 12:21
Keteguhan dalam keputusasaan.
- 12:23
Bangsat.
- 12:27
Sial.
- 12:27
Sial. Apa otaknya masih waras?
- 12:30
Aku sampai tak bisa berkata apa-apa.
- 12:33
Sungguh, aku tak bisa berkata apa-apa.
- 12:36
Ah.
- 12:39
Persetan dengan cinta.
- 12:41
Persetan dengan cinta.
- 12:43
Sial.
- 12:44
Bu.
- 12:53
Kurasa kita tak usah terlalu memikirkan.
- 12:56
Mungkin itu yang terbaik.
- 13:01
Cinta.
- 13:04
Atau kita...
- 13:06
Berikan saja apa pun yang dia mau.
- 13:11
Lihat dia.
- 13:12
Sepertinya tekanannya juga besar.
- 13:18
Kurasa jangan biarkan dia sendirian.
- 13:26
Sial.
- 13:28
Kurasa kita harus percaya padanya.
- 13:33
Sulit juga menilai hal-hal begini.
- 13:41
Hmm.
- 13:42
Bagaimana aktingku tadi menurutmu?
- 13:48
Lumayan. Tak separah yang dia bilang.
- 13:52
Kalau menurutmu aktingku tadi?
- 13:54
Menurutku aktingmu bagus sekali.
- 13:56
Aku ikut pertunjukan ini demi kamu.
- 13:57
Haha, benarkah?
- 13:58
Kamu cantik sekali.
- 14:02
Sungguh.
- 14:03
Sungguh, sungguh.
- 14:07
Sudahlah, jangan bercanda begitu.
- 14:10
Kameranya sedang merekam.
- 14:13
Nanti waktu melihat rekamannya...
- 14:14
Aku bisa hancur.
- 14:14
Tadi dia marah. Aku lihat kita di sini membicarakan semua ini.
- 14:18
Aku tak mau mengurus dia lagi.
- 14:20
Ya, begitu.
- 14:21
Mungkin dia akan makin marah.
- 14:24
Entahlah.
- 14:26
Kurasa lebih baik tak usah dipikirkan.
- 14:30
Kalau tidak, semua jadi tak enak.
- 14:37
Tapi menurutku...
- 14:40
Mungkin ada bagian aktingmu tadi
- 14:42
yang memang agak terlalu dibuat-buat.
- 14:45
Maksudku...
- 14:46
Aku merasa emosinya kurang tersambung.
- 14:50
Mungkin itu sebabnya dia marah.
- 14:51
Coba sedikit lebih sungguh-sungguh.
- 14:54
Mungkin hasilnya akan lebih baik.
- 14:56
Hmm.
- 14:57
Mungkin begitu.
- 15:01
Terlalu cemas.
- 15:06
Sejak lulus terus berakting, satu sen pun belum pernah kudapat.
- 15:12
Malah disuruh bicara cinta.
- 15:20
Tiap malam aku minum obat tidur.
- 15:24
Atau...
- 15:25
Tak apa-apa. Tak apa-apa.
- 15:26
Aku ke toilet dulu.
- 15:27
Oke.
- 15:48
Kamu punya rokok?
- 16:12
Kamu punya rokok?
- 16:59
Sial.
- 17:04
Kenapa aku tak bisa mencintai seorang perempuan?
- 17:18
Tapi bisakah pertunjukan ini dilanjutkan?
- 18:43
Aku harus menghancurkanmu.
- 18:51
Biarkan malam pekat menyelimuti.
- 19:03
Jiwa mendidihkan kota-kota yang layu.
- 19:14
Batu pengebor sumur.
- 19:19
Mengetuk tanah yang keras.
- 19:58
Ada apa?
- 20:00
Menurutmu Xu Jinjiang itu bagaimana?
- 20:06
Dia baik.
- 20:10
Lumayan. Tak seburuk yang kamu bilang.
- 20:18
Naskah ini memang kutulis untuk dia.
- 20:21
Aku tahu.
- 20:26
Lalu dia malah...
- 20:31
Mati rasa seperti batu prasasti.
- 20:39
Mungkin perlu menunggu.
- 21:04
Jangan terburu-buru.
- 21:24
Adegan ciuman tadi menurutmu
- 21:28
bagaimana?
- 21:30
Lumayan.
- 21:34
Sebenarnya...
- 21:36
Sejak audisi pertama, aku sudah jatuh cinta padamu.
- 21:47
Ada sesuatu yang khas terpancar darimu.
- 21:54
Membuatku terpikat.
- 21:55
Benarkah?
- 21:58
Iya.
- 22:01
Iya, aku juga.
- 22:03
Sebenarnya, aku... aku sudah lama tahu.
- 22:07
Tapi aku tidak bilang.
- 22:10
Aku datang karena suka naskahmu.
- 22:13
Jadi tentu aku fokus pada pertunjukannya.
- 22:18
Iya.
- 22:21
Jadi menurutku...
- 22:24
Kita selesaikan pertunjukannya dulu,
- 22:28
baru dibicarakan lagi.
- 22:30
Sedang membicarakan apa?
- 22:31
Kalian berdua.
- 22:33
Cuma mengobrol.
- 22:34
Tidak ada, tidak ada. Itu...
- 22:38
Tidak membicarakan apa-apa.
- 22:40
Bagus, bagus. Itu...
- 22:53
Ya, sudah sampai...
- 22:57
Babak empat, kan?
- 22:59
Iya.
- 23:01
Babak berapa?
- 23:05
Bagaimana kita melatih babak ini?
- 23:08
Perlu mengatur posisi dan gerakan?
- 23:12
Bagaimana kita...
- 23:15
Tengkurap, berbaring, berdiri, atau duduk?
- 23:19
Atau... atau kita berjalan?
- 23:25
Pikirkan dulu.
- 23:33
Tak apa-apa. Tak apa-apa.
- 23:35
Santai. Lakukan sesuka kalian.
- 23:39
Aku yang mengatur lampunya.
- 23:43
Ah.
- 23:46
Masih masuk gambar, kan?
- 23:53
Main yang bagus, Jiarui.
- 24:02
Tadi dia memanggilmu di dalam adegan.
- 24:03
Iya.
- 24:05
Dia memanggilmu dengan nama apa?
- 24:06
Dia memanggilmu Jiarui.
- 24:08
Hahahaha.
- 24:11
Bukankah namamu Xu Jinjiang?
- 24:18
Jadi kita...
- 24:20
Sepertinya dia tak mengurus kita lagi.
- 24:55
Bulannya cantik sekali malam ini.
- 24:56
Bulan malam ini cantik sekali.
- 24:58
Mau keluar berjalan-jalan denganku?
- 24:59
Mau keluar berjalan-jalan denganku?
- 25:01
Ah, kamu mau berjalan-jalan denganku?
- 25:02
Iya.
- 25:04
Iya.
- 25:04
Sudah lama kita tak keluar bersama.
- 25:07
Ayo.
- 25:08
Sudah terlalu lama kita tak berjalan-jalan.
- 25:19
Aku...
- 25:26
Jadi pergi atau tidak?
- 25:29
Iya.
- 25:29
Bulan, aku...
- 25:30
Kamu pergi dulu.
- 25:33
Aku punya... aku...
- 25:37
Aku...
- 25:39
Kamu pergi dulu saja.
- 25:40
Aku bisa sendirian.
- 25:43
Bulan.
- 25:46
Bulan.
- 25:47
Aku sendiri... aku bisa sendirian.
- 25:50
Aku sendiri dulu sebentar.
- 25:51
Aku bisa sendirian.
- 25:58
Aku sendiri, aku sendiri.
- 26:03
Aku... aku sendiri.
- 26:20
Aku sendiri.
- 26:22
Bisa sendirian.
- 26:27
Tak ada di mana pun.
- 26:38
Sendiri.
- 26:49
Kamu ada di sana?
- 26:53
Kamu ada di sana?
- 26:56
Aku di sini.
- 26:56
Aku di sini.
- 27:03
Kamu sedih?
- 27:07
Pasti rasanya berat sekali.
- 27:11
Biar aku yang bersedih untukmu.
- 27:12
Kamu sedih?
- 27:19
Kamu mencintaiku?
- 27:19
Pasti rasanya berat sekali.
- 27:22
Bilang kamu mencintaiku.
- 27:23
Aku mencintaimu.
- 27:25
Biar aku yang bersedih untukmu.
- 27:33
Kamu akan selalu ada?
- 27:42
Kamu suka padaku?
- 27:44
Bilang kamu suka padaku.
- 27:46
Aku suka padamu.
- 27:52
Bulan.
- 27:53
Hehe.
- 27:56
Ah, bulan.
- 28:02
Dia mendekatiku, lalu mundur.
- 28:03
Kamu akan selalu ada?
- 28:05
Karena...
- 28:07
Kamu akan selalu ada?
- 28:08
Aku ingin...
- 28:12
Aku ingin menangkapnya.
- 28:12
Kamu akan selalu ada?
- 28:18
Tali.
- 28:20
Gravitasi.
- 28:22
Bulan.
- 28:24
Aku menginginkan bulan.
- 28:36
Ia terus membesar.
- 28:37
Lalu...
- 28:38
Dia...
- 28:39
Membesar.
- 28:40
Timbul hasrat cinta.
- 28:43
Menjadi sangat besar.
- 28:44
Tapi, tapi, tapi...
- 28:48
Menjadi sangat besar dan sangat ringan.
- 28:50
Lalu...
- 28:52
Melayang ke tempat yang sangat, sangat, sangat jauh.
- 28:54
Tapi ada rasa bersalah.
- 28:55
Lalu...
- 28:58
Lalu, lalu... kemudian, kemudian...
- 29:01
Berjalan mendekatinya.
- 29:02
Lalu... lalu... lalu...
- 29:04
Aku menahannya.
- 29:07
Tali dan gravitasi.
- 29:07
Dia... dia...
- 29:10
Dia mendekat.
- 29:14
Aku menggambarnya.
- 29:16
Di...
- 29:17
Sebelah sini gelap.
- 29:19
Aku menari di dalam air.
- 29:20
Sebelah sini gelap.
- 29:22
Sebelah sana terang.
- 29:27
Menjadi sangat panjang.
- 29:36
Dia...
- 29:36
Ibu (Ayah).
- 29:37
Dia...
- 29:39
Dia...
- 29:45
Aku menggambarnya, menggambarnya, lalu...
- 29:46
Dia berjalan mendekatiku.
- 29:49
Tapi aku...
- 29:50
Sebelah sana gelap.
- 29:52
Tapi aku...
- 29:54
Sebelah sana terang.
- 29:55
Tapi aku...
- 29:59
Semua warna ada di atas.
- 30:03
Tapi aku...
- 30:17
Dia berjalan mendekatiku.
- 30:24
Mundur.
- 30:45
Masih bisa merasakanku?
- 30:48
Hmm?
- 30:49
Iya, iya, iya.
- 30:50
Iya. Hahaha.
- 30:54
Aku sedang menggenggam erat.
- 31:03
Apa karena kita sudah terlalu lama bersama?
- 31:09
Aku merasa kamu sedang menghilang.
- 31:13
Kamu jadi tidak nyata.
- 31:17
Ah, lihat aku. Hmm.
- 31:22
Bicaralah.
- 31:28
Di dalam matamu,
- 31:31
aku tak bisa melihat diriku.
- 31:33
Huh.
- 31:34
Bohong.
- 31:38
Justru aku yang tak melihat diriku di matamu.
- 31:41
Kamu seperti cermin.
- 31:42
Kamu tahu itu?
- 31:46
Lihat aku.
- 31:47
Hmm.
- 31:51
Kenapa bukan aku?
- 31:54
Kenapa bukan kamu?
- 31:55
Kenapa bukan kamu?
- 32:00
Kenapa bukan aku?
- 32:00
Masih bisa merasakanku?
- 32:02
Iya.
- 32:08
Bodoh sekali, sialan.
- 32:12
Kamu bodoh sekali, sialan.
- 32:14
Di dalam matamu,
- 32:17
aku tak bisa melihat apa pun.
- 32:22
Aku menghilang.
- 32:36
Kamu menghilang.
- 32:39
Aku juga menghilang.
- 32:43
Aku juga tak bisa melihat diriku di matamu.
- 32:55
Kenapa bukan aku? Hmm?
- 33:02
Kenapa bukan aku?
- 33:04
Kenapa bukan kamu?
- 33:09
Kenapa bukan kamu?
- 33:19
Kamu benar-benar tolol.
- 33:56
Kamu bukan aku, tapi juga aku.
- 34:01
Ya. Kamu hanya bisa menjadi aku.
- 34:03
Sudahlah, pergi saja.
- 34:11
Kamu sama sekali tak mengerti aku.
- 34:15
Dasar sok tahu.
- 34:21
Hmm.
- 34:23
Ya.
- 34:25
Salahku karena jatuh cinta padamu.
- 34:29
Mati saja.
- 34:32
Mati saja.
- 34:36
Kalau kamu mau membuktikannya...
- 34:40
Aku belum pernah setegas ini.
- 34:47
Tapi maaf, aku...
- 34:50
Aku tak mengerti kenapa kali ini mendadak.
- 34:57
Aku baik padamu, kan?
- 35:00
Iya.
- 35:02
Kamu... kamu baik.
- 35:06
Ini bukan salahmu.
- 35:09
Bukan salahmu.
- 35:18
Salahku.
- 35:20
Salahku.
- 35:22
Jangan bilang begitu.
- 35:37
Kamu berubah begitu cepat.
- 35:40
Apa kamu masih dirimu yang dulu?
- 35:43
Hubungan kita sudah berubah.
- 35:46
Ini menyulitkan.
- 35:49
Seluruh tubuhmu gemetar hebat.
- 35:51
Tak bisakah kamu tenang dulu?
- 35:53
Aku sudah mengambil keputusan.
- 35:55
Aku tak tahu apakah aku terjaga atau tidur.
- 35:57
Tunggu.
- 35:59
Ini kan hanya keputusan sepihak.
- 36:03
Memangnya kamu bisa memutuskan segalanya?
- 36:08
Tak ada kesempatan kedua.
- 36:11
Maaf. Maaf.
- 36:13
Aku tidak pandai bicara.
- 36:16
Itu yang kusukai darimu.
- 36:21
Aku tahu ucapanku agak terlalu terus terang.
- 36:28
Tapi meski seharusnya aku tidak...
- 36:35
Bisa...
- 36:36
Ini seperti sebuah...
- 36:37
Bisa menyentuhmu.
- 36:39
Seperti akuarium.
- 36:42
Aku...
- 36:43
Kamu ada di dalamnya.
- 36:45
Suka sekali.
- 36:49
Berenang.
- 36:51
Aku tidak bisa berenang.
- 36:55
Aku tidak bisa berenang.
- 37:00
Jadi dia...
- 37:02
Kamu meninggalkanku.
- 37:06
Aku yang jatuh dari perahu.
- 37:13
Kamu tahu apa yang ingin kulakukan.
- 37:16
Terima kasih sudah membantuku. Terima kasih.
- 37:23
Terima kasih.
- 37:39
Ini hanya balas budiku kepadamu.
- 37:50
Terima kasih.
- 37:55
Terima kasih untuk apa?
- 37:58
Kamu berterima kasih untuk apa?
- 38:33
Kamu melihat wajahnya.
- 38:36
Cantik sekali.
- 38:39
Dia tak punya mata. Dia tak punya mata.
- 38:42
Rongga matanya kosong seperti sepotong...
- 38:48
Jangan dipikirkan.
- 38:50
Jangan dipikirkan.
- 38:58
Lepaskan. Cepat lepaskan.
- 39:01
Kenapa tak bisa dilepas?
- 39:13
Aku bilang...
- 39:18
Dia ada di dalam air.
- 39:21
Dia meronta di dalam air.
- 39:23
Ah, dia menelan banyak air.
- 39:25
Perutnya menggembung.
- 39:29
Dia membuatku takut.
- 39:33
Lalu dia menatap kami dengan mata membelalak.
- 39:37
Padahal jelas ada di sini.
- 39:41
Tapi aku tidak melakukan apa-apa.
- 39:42
Cantik?
- 39:45
Aku cantik?
- 41:05
Sejak suatu saat, daya ingatku memburuk.
- 41:13
Yang kubicarakan pagi, siang sudah kulupa.
- 41:17
Lalu...
- 41:20
Kejadian beberapa tahun lalu,
- 41:24
tak satu pun yang kuingat.
- 41:26
Seperti ada sesuatu, waktu aku tidur...
- 41:28
memakannya... memakannya.
- 41:31
Eh...
- 41:46
Ingatan orang perlu sesuatu untuk menguatkannya.
- 41:49
Misalnya gambar atau tulisan,
- 41:53
atau...
- 41:58
bau. Tapi...
- 42:00
Tapi waktu itu aku tak menyisakan apa pun.
- 42:04
Hanya perasaan murni.
- 42:05
Aku menganggap diriku sebuah
- 42:08
mesin perasa yang murni.
- 42:09
Aku... karena aku percaya pada hal itu,
- 42:12
makanya aku tidak suka berfoto.
- 42:13
Dulu saat bepergian aku tak memotret.
- 42:15
Aku hanya percaya pada yang kualami saat ini.
- 42:18
Pengalamanku,
- 42:19
yang kulihat dengan mataku,
- 42:20
yang kudengar.
- 42:21
Tapi kemudian, hal ini...
- 42:24
Pengalaman itu hanya menyenangkan saat itu,
- 42:25
atau tidak menyenangkan saat itu.
- 42:27
Tapi tak ada yang tertinggal.
- 42:30
Itu tak lagi menjadi ingatan.
- 42:31
Hanya menjadi proses sesaat.
- 42:34
Apalagi orang sepertiku yang pelupa.
- 42:38
Ketika kamu menggalinya lagi,
- 42:39
mengeluarkannya, rasanya tak bisa diingat.
- 42:42
Tak bisa diingat.
- 42:43
Ya.
- 42:46
Sekarang aku juga jarang sekali merekam.
- 42:57
Lalu aku...
- 42:58
Sampai bahan untuk mengenang pun tak ada.
- 43:11
Itu bisa menjadi cara...
- 43:15
untukku kembali menjadi manusia.
- 43:17
Tapi, ya, masih ada riwayat percakapan.
- 43:20
Riwayat percakapan.
- 43:23
Ya.
- 43:27
Riwayat percakapan itu paling tak berguna.
- 43:29
Isinya penuh omong kosong, lalu...
- 43:36
Lagi pula hanya berupa tulisan.
- 43:41
Lalu ruang imajinasi...
- 43:44
Ya, ada ruang imajinasi.
- 44:10
Bagaimanapun, hanya aku di dunia ini
- 44:12
yang bisa membuktikan semua itu pernah terjadi.
- 44:26
Dan segala yang pernah kumiliki
- 44:30
sudah pergi mendahuluiku.
- 44:43
Membuatku... aku...
- 44:46
Membuatku kering, membuatku...
- 44:50
Kayu.
- 44:53
Kering seperti kayu.
- 44:55
Keras.
- 45:14
Lalu ada yang tak mau percaya dan bilang,
- 45:16
“Eh, cari lebih banyak teman.
- 45:18
Lebih banyak berinteraksi.
- 45:20
Punya pacar perempuan juga akan membantu.”
- 45:31
Tapi aku tahu itu tak berguna.
- 45:54
Aku sering bersepeda.
- 45:55
Karena saat bersepeda napasmu jadi cepat,
- 46:03
detak jantung juga cepat.
- 46:13
Lalu rasanya enak sekali.
- 46:18
Sesudahnya lelah.
- 46:21
Mandi, lalu cepat tidur.
- 46:25
Gerakan berulang seperti mesin sederhana.
- 46:31
Dan arahnya maju.
- 46:35
Kamu tak lagi memikirkan begitu banyak hal.
- 46:39
Atau menonton video-video pendek.
- 46:42
Itu menyita indramu,
- 46:44
juga pikiranmu.
- 46:48
Walau pikiranmu kosong,
- 46:49
kamu tetap tersita.
- 46:51
Kamu juga tak memikirkan hal lain.
- 46:53
Tapi ketika kamu diam,
- 46:55
kamu harus menghadapinya.
- 46:58
Tolong biarkan aku turun.
- 47:01
Aku berubah pikiran.
- 47:02
Menghadapi kehampaan.
- 47:03
Menghadapi yang pernah dimiliki,
- 47:06
tetapi sekarang tak lagi ada.
- 47:07
Masuk neraka pun tak apa-apa.
- 47:07
Sekarang sudah tak ada.
- 47:08
Reruntuhan.
- 47:10
Kamu ada di atasnya.
- 47:11
Biarkan semua ini
- 47:12
menghilang. Menghilang.
- 47:12
Aku ada di atasnya,
- 47:15
duduk.
- 47:16
Haha, ah, haha.
- 47:18
Reruntuhan itu...
- 47:21
Ah.
- 47:23
Kita bisa begini saja. Bisa begini saja.
- 47:25
Reruntuhan itu...
- 47:29
Atau masih mau apa? Bilang, akan kuberikan.
- 47:29
Tak bisa dibersihkan. Itu...
- 47:34
bagian dari manusia, atau bagian dariku.
- 47:35
Ah, kenapa tak ada lelaki yang sempurna?
- 47:37
Mungkin rumah orang lain tertata indah.
- 47:39
Aku bisa... aku bisa memberikan segalanya.
- 47:39
Tapi rumahku sudah menjadi reruntuhan.
- 47:42
Lalu kamu bilang, singkirkan reruntuhan itu.
- 47:42
Aku bisa.
- 47:44
Bukankah lebih baik membangun yang baru?
- 47:46
Lalu punyaku? Punyaku...
- 47:48
Lalu puluhan tahunku ini?
- 47:49
Aku bisa memberikannya lagi dan lagi.
- 47:50
Lalu belasan tahun ini artinya apa?
- 47:52
Aku bisa memotong diriku sendiri,
- 47:56
memberikannya untuk dia makan.
- 48:03
Kamu mau apa?
- 48:05
Katakan padaku.
- 48:08
Akan kuberikan.
- 48:16
Aku tidak bisa.
- 48:20
Sebenarnya kamu tidak bisa,
- 48:23
atau kamu tidak mau?
- 48:31
Tidak bisa.
- 48:34
Tidak bisa atau tidak mau?
- 48:40
Aku takut.
- 48:42
Apa yang kamu takutkan?
- 48:47
Aku sudah tak takut apa pun lagi.
- 49:00
Seperti sebuah...
- 49:03
Seperti akuarium.
- 49:05
Lalu kenapa airnya tidak kamu keluarkan?
- 49:08
Aku bersedia berenang di dalamnya.
- 49:26
Terlalu...
- 49:29
Terlalu...
- 49:30
Terlalu ringan.
- 49:36
Kita semua memakai pakaian merah.
- 49:47
Rumahnya terbakar.
- 51:08
Biarkan saja terbakar.
- 51:10
Aku melihatmu di jendela,
- 51:16
meminta tolong padaku.
- 51:18
Cepat atau lambat akan lapuk juga.
- 51:22
Biarkan aku menyelamatkanmu.
- 51:22
Biarkan saja terbakar.
- 51:25
Tak apa-apa.
- 51:27
Tapi aku tidak berani.
- 51:30
Aku tahu.
- 51:31
Tak apa-apa.
- 51:34
Aku mengerti.
- 51:38
Aku mengerti.
- 51:44
Tak apa-apa.
- 51:50
Aku juga melakukan banyak kesalahan.
- 51:53
Huh.
- 51:54
Aku menyadari,
- 51:57
pada saat terakhir, mereka takkan mengampuniku.
- 52:00
Hmm.
- 52:09
Mereka takkan mengampuniku.
- 52:13
Mereka datang satu demi satu,
- 52:18
datang satu demi satu,
- 52:20
menindihku,
- 52:24
di atas tubuhku.
- 52:27
Aku tak tahan. Aku sungguh tak tahan.
- 52:31
Aku sungguh tak tahan.
- 52:35
Aku sungguh tak tahan.
- 52:40
Aku ingin...
- 52:43
Aku ingin... kurasa aku hanya bisa...
- 52:48
pergi ke sana.
- 52:53
Ibu menungguku.
- 52:59
Ibu menungguku.
- 53:08
Ibu menungguku.
- 53:19
Kenapa mendadak begitu dingin?
- 53:29
Dingin sekali.
- 53:32
Terlalu dingin.
- 53:33
Pakai selimut saja.
- 53:36
Terlalu dingin.
- 53:39
Beri aku selimut.
- 53:45
Dingin sekali.
- 53:47
Dingin sekali.
- 53:56
Aku hampir mati kedinginan.
- 53:57
Kamu tahu,
- 53:59
kamu tahu,
- 54:02
orang yang mati kedinginan,
- 54:06
sebelum mati mereka melepas semua pakaian.
- 54:10
Dingin sekali.
- 54:12
Mereka merasa panas.
- 54:15
Mereka merasa sangat panas.
- 54:21
Ah, dingin sekali.
- 54:22
Mereka merasa terlalu panas.
- 54:28
Jadi mereka melepas semua pakaian, sialan.
- 54:35
Jadi selimut.
- 55:13
Aku belum mau mati.
- 55:15
Kamu yang menyuruhku melakukannya.
- 55:16
Aku belum mau mati.
- 55:18
Kamu mengerti?
- 55:23
Aku tak tahu kamu ada di dalam.
- 55:25
Dengan cara yang sama, kamu membunuh Ibu.
- 55:29
Kamu membohonginya.
- 55:30
Kamu licik sekali.
- 55:31
Kamu membohonginya.
- 55:39
Aku agak sulit mengingat
- 55:42
bagaimana kita sampai ke sini.
- 55:48
Rasanya kita hanya terus berjalan.
- 55:51
Ibu...
- 55:52
Dia...
- 55:56
Membuka lemari pakaiannya.
- 55:59
Di dalam lemari ada
- 56:02
Mungkin jangan terlalu dipaksa.
- 56:03
pakaian dalam,
- 56:05
stoking,
- 56:06
Nanti kamu akan bisa mengingatnya.
- 56:08
sepatu hak tinggi.
- 56:09
Kalau dipaksa, malah tak bisa ingat.
- 56:10
Aku memakai sepatu dan...
- 56:12
Hahaha.
- 56:12
menari di dalam rumah.
- 56:15
Haha.
- 56:16
Seperti berjalan dengan egrang.
- 56:17
Astaga, kamu membuatku kaget!
- 56:18
Haha.
- 56:19
Hahaha.
- 56:21
Aku juga tak bisa berenang.
- 56:21
Kamu ereksi.
- 56:24
Jangan sampai jatuh.
- 56:24
Dia tak pernah...
- 56:26
Aku juga tak bisa berenang.
- 56:26
Dia tak pernah memakai itu di depanku.
- 56:28
Kamu tahu?
- 56:29
Aku tahu.
- 56:38
Tak ada gunanya.
- 56:38
Bayanganmu tak terlihat di dalam air.
- 56:41
Apa gunanya?
- 56:44
Kamu menakutkan kalau berbalik begitu.
- 56:44
Sudah menghilang.
- 56:54
Seperti akuarium.
- 57:00
Kamu berenang di dalamnya.
- 57:03
Aku berenang di dalamnya.
- 57:05
Aku membunuh ikan di dalamnya.
- 57:09
Kamu tahu,
- 57:11
kamu berenang di dalamnya.
- 57:12
Kamu tahu aku ada di dalam,
- 57:13
makanya kamu mengeluarkan airnya!
- 57:17
Kamu tahu aku ada di dalam,
- 57:18
makanya kamu mengeluarkan airnya.
- 57:19
Keluarkan!
- 57:21
Bangun!
- 57:23
Bangun!
- 57:26
Tapi kamu terlihat seperti sedang terbang.
- 57:43
Kenapa setiap melihatmu, rasanya...
- 57:45
rasanya seperti pertemuan terakhir.
- 57:48
Setiap bertemu, rasanya seperti yang terakhir.
- 57:51
Aku hampir jatuh cinta padamu.
- 57:55
Aku takut tenggelam.
- 58:17
Tapi dalam kenyataan, pilihanmu sering...
- 59:00
Ini juga bagian dari seni.
- 59:04
Teater itu satu kesatuan.
- 59:06
Bukan hanya soal akting para pemerannya.
- 59:10
Pengoperasian peralatan,
- 59:12
cahaya dan suara,
- 59:14
tata panggung, semuanya punya irama.
- 59:16
Ah.
- 59:19
Lihat.
- 59:19
Itu juga sebuah pertunjukan,
- 59:23
dan sangat penting.
- 59:34
Kenapa kamu melamun begitu?
- 59:38
Lugu, seperti orang bodoh.
- 59:43
Ya, lalu...
- 59:46
Kamu harus mencatat titik cue-nya.
- 59:48
Kamu tahu, sebenarnya...
- 59:51
Aku... sekarang seharusnya tidak begini.
- 59:54
Kamu bisa berbaring di sini.
- 59:59
Kalau kacamatamu dilepas, masih bisa melihatku?
- 1:00:02
Kalau begini, kamu bisa melihatku?
- 1:00:04
Bisa.
- 1:00:05
Di sekelilingku juga ada efek cahaya menyebar.
- 1:00:09
Apa aku terlihat buram?
- 1:00:10
Kamu tidak buram.
- 1:00:11
Sekelilingmu... sekelilingmu yang jadi buram.
- 1:00:13
Jadi, ada cahaya di sekelilingku?
- 1:00:15
Eh...
- 1:00:17
Eh...
- 1:00:20
Ada.
- 1:00:21
Ada?
- 1:00:22
Ada, ya? Haha.
- 1:00:23
Lihat lagi. Ada cahaya?
- 1:00:31
Selaraskan napas kalian.
- 1:00:41
Nah, efeknya ini bagus sekali.
- 1:01:59
Bisa peluk aku?
- 1:02:06
Bisa, tapi agak panas.
- 1:02:08
Aku bisa menyalakan AC.
- 1:02:12
Tapi nanti terlalu dingin.
- 1:02:13
Maksudku...
- 1:02:14
Jadi, bisa peluk aku?
- 1:02:17
Bisa.
- 1:02:19
Lalu kenapa masih banyak alasan?
- 1:02:22
Karena sekarang kamu... perasaanmu rumit.
- 1:02:27
Atau bagaimana?
- 1:02:30
Kamu benar-benar bisa?
- 1:02:34
Bisa dicoba.
- 1:02:35
Bisa dicoba.
- 1:02:36
Kalau begitu, coba.
- 1:02:39
Haha.
- 1:02:42
Peluk seperti ini saja?
- 1:02:44
Aku mau menyandarkan kepala di tanganmu.
- 1:02:49
Ini...
- 1:02:51
Naik sedikit lagi.
- 1:02:55
Naik lagi.
- 1:02:57
Kamu seperti ulat yang merayap.
- 1:02:58
Hahahaha.
- 1:02:59
Hahahaha.
- 1:03:02
Aku sampai ngakak.
- 1:03:03
Kamu seperti ulat.
- 1:03:06
Kakimu juga menendang-nendang.
- 1:03:07
Kamu merayap.
- 1:03:10
Taruh tanganmu di sini.
- 1:03:12
Hm.
- 1:03:13
Taruh di mana?
- 1:03:14
Di sini.
- 1:03:15
Kamu belum pernah memeluk orang?
- 1:03:17
Oh, oke.
- 1:03:19
Haha.
- 1:03:21
Kamu sedang tertawa?
- 1:03:23
Kamu tertawa lagi.
- 1:03:25
Hahaha. Apa yang kamu tertawakan?
- 1:03:31
Ah... ah.
- 1:03:32
Apa yang kamu tertawakan?
- 1:03:33
Tertawa itu untuk meredakan tegang.
- 1:03:35
Kenapa kamu tegang?
- 1:03:37
Eh...
- 1:03:37
Si tukang merengek.
- 1:03:40
Hahaha.
- 1:03:40
Kamu marah kalau kupanggil begitu?
- 1:03:42
Eh, tidak.
- 1:03:43
Kenapa?
- 1:03:44
Karena aku sudah bukan begitu lagi.
- 1:03:45
Sekarang kamu sudah tidak begitu, ya?
- 1:03:47
Ya.
- 1:03:47
Dulu kenapa kamu suka merengek?
- 1:03:48
Haha.
- 1:03:49
Lalu kenapa sakit hati saat orang lain memanggilmu begitu?
- 1:03:51
Ah.
- 1:03:51
Apa?
- 1:03:53
Karena... karena itu orang lain.
- 1:03:55
Kalau sekarang?
- 1:03:57
Sekarang kamu yang bilang.
- 1:03:57
Sekarang kamu bukan tukang merengek lagi, ya?
- 1:03:59
Ahaha.
- 1:03:59
Ya.
- 1:04:02
Haha.
- 1:04:04
Hm, benar.
- 1:04:05
Baguslah.
- 1:04:07
Haha.
- 1:04:08
Sedang apa? Kamu sedang apa?
- 1:04:10
Aku melihat apakah kamu akan mulai merengek.
- 1:04:12
Hm, kamu...
- 1:04:13
Kamu menaruh jari di daguku.
- 1:04:15
Aku tidak akan berubah jadi monster apa pun.
- 1:04:18
Tapi leherku jadi agak tidak nyaman.
- 1:04:20
Oke.
- 1:04:23
Kamu... kamu kepanasan?
- 1:04:26
Sedikit.
- 1:04:27
Kok aku tidak merasa panas?
- 1:04:31
Sekarang kamu masih melihat cahaya putih di sekelilingku?
- 1:04:33
Cahaya.
- 1:04:35
Cahaya.
- 1:04:39
Cahaya.
- 1:04:43
Lalu akhirnya kamu bagaimana?
- 1:04:45
Setelah mereka menyebutmu tukang merengek.
- 1:04:49
Lalu... akhirnya kamu berbuat apa?
- 1:05:02
Hm?
- 1:05:04
Lalu aku pergi...
- 1:05:10
Oh.
- 1:05:12
Pergi untuk apa?
- 1:05:20
Kamu sedang apa?
- 1:05:23
Waktu itu aku juga bermimpi.
- 1:05:29
Waktu itu, aku...
- 1:05:31
Teringat.
- 1:05:34
Itu...
- 1:05:34
♪ Bagaimana melewati malam saat hatiku sesak? ♪
- 1:05:39
Ingin...
- 1:05:40
♪ Atas nama yang tak berhingga, dan debumu... ♪
- 1:05:46
Ke bulan...
- 1:05:48
♪ Kebijaksanaan di tengah hari, saat tak ada lagi yang dipercaya ♪
- 1:05:53
Berhenti...
- 1:05:54
♪ Atau diimpikan di sini. Aku berdoa ♪
- 1:05:57
Saat...
- 1:06:00
Situasi seperti apa itu?
- 1:06:03
♪ Aku berdoa tanpa Tuhan, iman, surga, atau salib ♪
- 1:06:06
♪ Demi suara seseorang ♪
- 1:06:10
♪ Begitu banyak duka ♪
- 1:06:13
♪ Menentang takdir ♪
- 1:06:16
♪ Seperti yang lain menjerit, aku berdoa ♪
- 1:06:21
Sedang memikirkan apa?
- 1:06:22
♪ Aku berdoa tanpa Tuhan atau iman, seperti para buronan ♪
- 1:06:23
Sepertinya kamu sedang berpikir.
- 1:06:26
Si tukang merengek.
- 1:06:26
♪ Tanpa Kristus dan tanpa Buddha ♪
- 1:06:29
♪ Di kedalaman derita ♪
- 1:06:31
♪ Di mata badai ♪
- 1:06:32
Hm.
- 1:06:33
Hm.
- 1:06:35
Apa yang kamu tertawakan?
- 1:06:40
Kamu takut.
- 1:06:43
Hm.
- 1:06:47
Hm, kamu takut.
- 1:06:55
Hm.
- 1:07:42
Kamu masih merasa panas?
- 1:07:45
Hm.
- 1:07:47
Sekarang... agak hangat.
- 1:07:50
Benarkah?
- 1:07:51
Kalau begitu, bagus.
- 1:07:52
Bukan panas yang bikin gerah itu.
- 1:08:08
Kamu masih merasa takut?
- 1:08:13
Hm, takut tentang apa?
- 1:08:16
Hm, kematian?
- 1:08:22
Hubungan intim?
- 1:08:25
Teman?
- 1:08:27
Masyarakat ini?
- 1:08:31
Segala-galanya yang ada sekarang.
- 1:08:34
Semua hal yang sedang terjadi.
- 1:08:42
Apa kamu merasa takut?
- 1:08:47
Iya.
- 1:10:05
Kamu bermimpi, ya?
- 1:10:14
Itulah kenapa aku terus berhati-hati.
- 1:10:18
Terus menahan diri.
- 1:10:19
Aku tidak mau menyakiti perempuan lain, karena...
- 1:10:27
Karena...
- 1:10:46
Waktu kecil aku pernah ditinggalkan keluargaku, lalu...
- 1:10:53
Aku jadi lebih takut pada hal-hal dalam hubungan intim yang...
- 1:10:56
Hm.
- 1:11:00
Tidak stabil dan tidak pasti.
- 1:11:02
Tiba-tiba jadi sangat...
- 1:11:18
Yang sedang kamu bicarakan ini...
- 1:11:21
Aku.
- 1:11:25
Tapi juga terlalu... terlalu dekat.
- 1:11:30
Lalu aku merasa...
- 1:11:33
Sulit untuk lebih dari sekadar itu.
- 1:11:40
Maksudku, lapisan pertama.
- 1:11:42
Lapisan pertama itu lengket seharian.
- 1:11:45
Lalu mengobrol tentang hal-hal remeh yang tak karuan.
- 1:11:49
Hm?
- 1:11:52
Hampir tak pernah masuk lebih dalam.
- 1:11:57
Jadi, itu membuatmu merasa sangat hampa.
- 1:11:59
Sangat gagal dan bosan.
- 1:12:05
Pacaran itu, pada dasarnya, soal orang dengan orang.
- 1:12:08
Lalu...
- 1:12:10
Bukan bentuk hubungannya itu.
- 1:12:12
Bentuknya itu.
- 1:12:13
Sekadar mengejar bentuk itu.
- 1:12:17
Tak mendapatkannya, tak mendapatkannya.
- 1:12:18
Tak mendapatkannya pun tak apa.
- 1:12:19
Tak mendapatkannya pun tak apa.
- 1:12:22
Bentuk hubungan itu bisa dijalani dengan siapa saja.
- 1:12:26
Tapi hubungan antarmanusia tidak begitu.
- 1:12:31
Bukan dengan sembarang orang.
- 1:12:36
Termasuk semua yang disebut cinta pada pandangan pertama.
- 1:12:38
Itu karena masih dangkal.
- 1:12:41
Makanya bisa jatuh cinta pada pandangan pertama.
- 1:12:43
Sangat langsung.
- 1:12:46
Sekarang agak panas.
- 1:12:49
Iya.
- 1:13:58
Tunggu... tunggu sebentar.
- 1:14:01
Bagaimana kamu bisa lari keluar?
- 1:14:19
Jangan takut.
- 1:14:21
Jangan takut.
- 1:14:23
Kenapa kamu melakukan itu?
- 1:14:40
Ayo.
- 1:14:43
Jangan takut.
- 1:15:11
Mau ikut aku?
- 1:15:13
Ikut aku.
- 1:15:15
Ikut aku.
- 1:16:03
Hahahaha.
- 1:16:06
Terima kasih.
- 1:16:09
Tetap di sini menggantikanku, ya.
- 1:16:12
Bertahanlah.
- 1:16:16
Akan ada orang yang datang menyelamatkanmu.
- 1:16:20
Tapi orang itu bukan aku.
- 1:16:25
Terima kasih.
- 1:16:48
Haha.
- 1:16:51
Haha.
- 1:17:39
Kamu tidak bisa selalu menemukanku.
- 1:17:44
Kamu tidak bisa selalu menemukan...
- 1:18:01
Kamu tak bisa selalu menangkap gambarku.
- 1:18:41
Kenapa tidak bisa bertahan?
- 1:18:52
Kenapa tidak bisa bertahan?
- 1:18:55
Cepatlah pergi.
- 1:18:59
Matilah.
- 1:19:01
Lepaskan, lepaskan, lepaskan, lepaskan, lepaskan, lepaskan, lepaskan, lepaskan.
- 1:19:09
Matilah.
- 1:19:11
Pergilah.
- 1:19:15
Kamu sudah siap.
- 1:19:27
Betapa cantiknya kamu.
- 1:19:35
Aku mencintaimu.
- 1:19:41
Kunyanyikan lagu pengantar tidur untukmu, ya.
- 1:19:53
Tidurlah.
- 1:19:56
Tidurlah.
- 1:19:58
Sayangku tercinta.
- 1:20:03
Tidurlah.
- 1:20:05
Tidurlah.
- 1:20:07
Mama menyayangimu.
- 1:20:12
Tidurlah.
- 1:20:13
Matilah.
- 1:20:14
Tidurlah.
- 1:20:14
Matilah.
- 1:20:15
Mama menyayangimu.
- 1:20:15
Matilah.
- 1:20:28
Hm.
- 1:20:29
Hahaha.
- 1:21:05
Makin kamu begitu, makin aku suka.
- 1:21:08
Hei.
- 1:21:11
Aku paling suka bermain begini.
- 1:21:14
Kamu juga.
- 1:21:16
Kamu paling suka bermain begini.
- 1:23:34
[Ucapan tidak jelas]
- 1:24:16
Aduh.
- 1:24:22
Ah.
- 1:24:25
Haha.
- 1:25:11
Tentang sesuatu yang lebih besar itu...
- 1:25:16
Bagaimana kamu merasakannya?
- 1:25:27
Tentang itu...
- 1:25:31
Sesuatu yang lebih besar itu.
- 1:25:55
Sepertinya ada di... di...
- 1:25:59
Tempat yang sangat...
- 1:26:01
Gelap.
- 1:26:03
Sebuah truk merah melintas.
- 1:26:07
Bunga matahari.
- 1:26:08
Ladang gandum.
- 1:26:32
Sekarang sedang berenang di laut.
- 1:26:43
Tombol biru kehijauan ditekan.
- 1:26:45
Muncul banyak lolipop dan paus.
- 1:27:10
Ada cahaya di dalam hutan.
- 1:27:13
Ada angin.
- 1:27:15
Ia menjadi sangat ringan.
- 1:27:18
Seolah akan terbang.
- 1:27:29
Sekuntum bunga mekar di tengah koin.
- 1:27:44
Mulai berlari.
- 1:27:49
Seolah mencari sesuatu.
- 1:27:55
Si pembunuh menaruh surat di ruangan paling dalam.
- 1:28:05
Saat sinar matahari sore paling terang.
- 1:28:08
Seprai putih di ruang tamu.
- 1:28:12
Melayang.
- 1:28:20
Kurung kurawal dan tanda kurung menari.
- 1:28:30
Akan turun hujan.
- 1:28:52
Ada sepasang mata yang terus menatapku.
- 1:28:59
Sepertinya tak bermata, hitam.
- 1:29:43
Aku tersedot masuk ke mata itu.
- 1:29:46
Aku terus... aku terus...
- 1:29:48
Terbang.
- 1:29:49
Terbang dan terbang.
- 1:29:52
Tiba-tiba terlihat kupu-kupu yang sangat indah.
- 1:30:05
Di stasiun pada siang hari.
- 1:30:08
Dari tas sepasang kekasih yang berpisah,
- 1:30:11
Jatuh sebuah persik.
- 1:31:18
Sudah kuduga. Begitu menemuiku, kamu tahu segalanya.
- 1:31:30
Kamu tahu?
- 1:31:34
Di udara ini...
- 1:31:39
Di udara...
- 1:31:39
Ada sesuatu yang sangat, sangat aneh.
- 1:31:46
Ada juga semacam penantian.
- 1:31:49
Ya, juga ada semacam penantian.
- 1:31:59
Ia punya semacam penantian.
- 1:32:00
Setiap pasang mata menatapku.
- 1:32:02
Kamu sedang apa?
- 1:32:11
Mereka pasti sangat ingin bicara.
- 1:32:13
Tapi tak seorang pun mengatakannya.
- 1:32:21
Kamu tahu?
- 1:32:24
Biasanya di saat begini aku sangat gugup.
- 1:32:31
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
- 1:32:33
Aku juga tidak tahu harus bilang apa.
- 1:32:37
Ada semacam tekanan.
- 1:32:41
Sejak itu, tekanan ini terus mendorongku.
- 1:32:46
Terus mengingatkanku.
- 1:32:48
Tapi aku... terus melakukannya.
- 1:32:51
Menyuruhku melakukan sesuatu.
- 1:32:53
Aku juga tak tahu harus berbuat apa.
- 1:33:09
Bicaralah.
- 1:33:10
Kenapa kamu diam saja?
- 1:33:16
Mungkin aku...
- 1:33:22
Mungkin aku harus kembali ke Bumi.
- 1:33:24
Apa?
- 1:33:29
Mungkin aku harus kembali ke Bumi.
- 1:33:30
Karena ada yang bilang, mungkin...
- 1:33:34
Karena penulis skenario bilang, mungkin...
- 1:33:37
Karena novel yang kutulis bilang, mungkin...
- 1:33:41
Kamu adalah...
- 1:33:44
Kamu hanya khayalanku.
- 1:33:49
Menara kontrol... memanggil astronaut nomor 7.
- 1:33:51
Aku hanya khayalanmu?
- 1:33:53
Menara kontrol memanggil astronaut nomor 7.
- 1:33:55
Kamu tidak percaya padaku?
- 1:33:57
Kamu tidak percaya semua yang ada di sini?
- 1:34:00
Aku percaya padamu.
- 1:34:01
Tapi...
- 1:34:02
Menara kontrol memanggil astronaut nomor 7.
- 1:34:03
Sudah sehari penuh tak ada kontak.
- 1:34:05
Kamu percaya padaku.
- 1:34:07
Tapi kamu mau pergi.
- 1:34:11
Kamu tidak tahu bahwa aku adalah kamu?
- 1:34:12
Kamu adalah aku?
- 1:34:14
Hm?
- 1:34:15
07 melapor, semuanya normal.
- 1:34:17
Apa yang kamu katakan?
- 1:34:17
Kenapa sehari ini kamu tidak menjawab?
- 1:34:19
Kamu sedang bicara dengan siapa?
- 1:34:23
Aku sedang...
- 1:34:26
Unggah laporan pemantauan psikologismu.
- 1:34:30
Aku merasa diriku paling hebat.
- 1:34:32
Aku selalu gelisah.
- 1:34:35
Lalu aku tidak pandai bekerja dalam tim.
- 1:34:43
Lalu?
- 1:34:48
Seharusnya kamu lebih senang.
- 1:34:53
Mungkin kamu tak perlu berpikir sebanyak itu.
- 1:34:55
Seharusnya kamu lebih senang.
- 1:34:57
Seharusnya lebih bahagia.
- 1:34:58
Seharusnya kamu lebih santai.
- 1:34:59
Tak perlu setegang itu.
- 1:35:01
Tak perlu setakut itu.
- 1:35:03
Jangan terus jadi pengecut.
- 1:35:06
Apa kamu mau terus begini?
- 1:35:12
Hei.
- 1:35:15
Tahu setelah makan denganmu semalam lalu pulang,
- 1:35:18
Betapa tersiksanya aku?
- 1:35:20
Kamu tahu rasa sakit yang ditimbulkan emosimu...
- 1:35:23
Betapa menyiksanya itu?
- 1:35:27
Aku tidak tahu.
- 1:35:32
Aku tahu kamu menderita.
- 1:35:35
Aku juga tahu semua orang menderita dan tersiksa.
- 1:35:38
Lalu...
- 1:35:39
Jadi, kamu mau terus begini?
- 1:35:42
Dengan emosimu yang sulit dipahami itu,
- 1:35:45
Membuatku ikut menderita.
- 1:35:54
Aku tidak tahu harus bagaimana.
- 1:35:57
Terkadang saat bicara denganmu...
- 1:35:58
Aku juga tak tahu bagaimana harus bicara denganmu.
- 1:36:01
Aku ingin hidupmu lebih baik.
- 1:36:04
Membuatmu lebih senang.
- 1:36:06
Membuatmu merasa lebih dicintai.
- 1:36:12
Aku tidak merasakannya. Tidak ada.
- 1:36:15
Tapi aku sudah berusaha sekuat tenaga.
- 1:36:19
Aku sudah berusaha keras melakukannya.
- 1:36:24
Sebulan membuat film ini...
- 1:36:25
Yang kurasakan atau kualami...
- 1:36:29
Aku memerankan...
- 1:36:32
Sesuatu.
- 1:36:33
Tapi aku pergi main seluncur es, aku pergi...
- 1:36:36
Makan, pergi...
- 1:36:40
Merasakan berkencan.
- 1:36:43
Tapi semuanya palsu.
- 1:36:44
Begitu syuting selesai, semuanya hilang.
- 1:36:46
Ini tidak palsu.
- 1:36:49
Sekarang juga begitu.
- 1:36:49
Aku...
- 1:36:49
Begitu pertunjukan selesai, semuanya hilang.
- 1:36:52
Tapi aku nyata.
- 1:36:58
Kalian berdua terlalu emosional.
- 1:36:59
Nanti saat tampil, bisa sedikit dikurangi.
- 1:37:02
Ini tidak palsu.
- 1:37:03
Ini bukan akting.
- 1:37:05
Tapi aku nyata.
- 1:37:16
Kemarin aku...
- 1:37:18
Di mobil merasa sangat tersiksa.
- 1:37:24
Aku juga tak tahu kenapa jadi begini.
- 1:37:29
Bersamamu rasanya selalu menyenangkan.
- 1:37:32
Tapi saat pergi,
- 1:37:33
Aku selalu merasa sangat tersiksa.
- 1:37:36
Seperti ada yang menekan dadaku.
- 1:37:38
Tapi aku tidak bisa...
- 1:37:40
Melepaskan hal itu keluar.
- 1:37:43
Aku ingin melompat keluar dari mobil.
- 1:37:46
Apa kita...
- 1:37:46
Tapi aku tidak berani.
- 1:37:48
Apa posisi kita terlalu ke satu sisi panggung?
- 1:37:49
Tidak.
- 1:37:50
Duduk lebih ke tengah.
- 1:37:52
Duduk lebih ke tengah.
- 1:37:53
Duduk lebih ke tengah.
- 1:38:00
Di babak kedua kita akan menggambar.
- 1:38:01
Hm.
- 1:38:02
Kalian benar-benar membosankan, sialan.
- 1:38:04
Sekumpulan orang tolol.
- 1:38:11
Hijau zamrud, hijau zamrud.
- 1:38:12
Ya. Eh, tunggu.
- 1:38:14
Jadi, menurutmu semua ini palsu?
- 1:38:16
Hm.
- 1:38:17
Semua ini cuma akting.
- 1:38:20
Begitu?
- 1:38:22
Iya.
- 1:38:23
Jadi, air mata juga palsu.
- 1:38:25
Perasaan juga palsu.
- 1:38:27
Orangnya juga palsu.
- 1:38:29
Semua orang yang duduk di sini palsu.
- 1:38:35
Berani melihat yang nyata?
- 1:38:37
Aku berani.
- 1:38:38
Aku bukan pengecut.
- 1:38:40
Kamu pikir semua orang pengecut sepertimu?
- 1:38:42
Tak berani melihat apa pun.
- 1:38:43
Tak berani mengatakan apa pun.
- 1:38:44
Tak berani bertanya apa pun.
- 1:38:46
Tidak ada apa-apa.
- 1:38:48
Benar-benar tidak ada apa-apa.
- 1:38:50
Lalu kehampaan.
- 1:38:54
Tapi kamu harus membuat hidup menarik.
- 1:38:56
Ia terjebak krisis eksistensial.
- 1:38:58
Jadi, harus terus hidup begini?
- 1:39:06
Kenapa harus menggambar?
- 1:39:08
Ini membosankan.
- 1:39:09
Kenapa harus mengikuti yang sudah ditetapkan sebelumnya?
- 1:39:12
Bukankah itu tolol?
- 1:39:13
Sudah sampai di sini, masih harus begitu?
- 1:39:15
Lalu harus berbuat apa?
- 1:39:16
Kalian sedang apa?
- 1:39:17
Ini pertunjukan.
- 1:39:19
Bukan, apa ini teater?
- 1:39:20
Begitu?
- 1:39:21
Kami sedang berakting.
- 1:39:24
Yang nyata tidak bisa kamu lihat.
- 1:39:26
Kamu hanya bisa melihat yang palsu.
- 1:39:28
Bagaimanapun, ini terakhir kalinya.
- 1:39:30
Santai sedikit.
- 1:39:32
Nanti tak akan ada apa-apa lagi.
- 1:39:33
Santai sedikit.
- 1:39:34
Yang palsu pun tak akan ada meski kamu menginginkannya.
- 1:39:35
Santai sedikit.
- 1:39:37
Hm.
- 1:39:38
Ah, harus lebih santai.
- 1:39:43
Memang tak pernah ada.
- 1:39:46
Bukan tidak pernah ada.
- 1:39:49
Pernah ada. Lupa. Lupa sendiri.
- 1:39:55
Meski kamu tidak melupakannya,
- 1:39:56
Ia tetap tak bisa kembali.
- 1:39:58
Merajuk sendirian di sana tidak ada gunanya.
- 1:40:01
Jadi, buang semuanya ke tempat sampah.
- 1:40:04
Lalu jangan pikirkan apa-apa.
- 1:40:06
Kehampaan.
- 1:40:07
Lalu duduk di sana menunggu.
- 1:40:10
Menunggu mati.
- 1:40:35
Kalau begitu, lompatlah ke lubang ini.
- 1:41:03
Bukankah kita senang saat latihan?
- 1:41:11
Hm, iya.
- 1:41:21
Jadi, kamu mau kembali ke Bumi?
- 1:41:25
Oh, benar.
- 1:41:32
Aku mau pergi ke Bumi.
- 1:41:33
Pergi ke bulan itu...
- 1:41:37
proses percepatan.
- 1:41:38
Lalu berlari makin cepat.
- 1:41:41
Makin cepat, makin cepat, makin cepat.
- 1:41:44
Tapi kembali ke Bumi itu...
- 1:41:48
proses perlambatan.
- 1:41:49
Dan kamu jatuh ke bawah.
- 1:41:52
Babak ini bercerita tentang...
- 1:41:53
Pemeran laki-laki...
- 1:41:54
Harus memilih antara cita-cita dan orang yang dicintainya.
- 1:41:56
Semakin...
- 1:41:58
Jatuh makin cepat.
- 1:42:00
Lalu, bruk, jatuh ke tanah.
- 1:42:01
Jadi, lanjutkan bicaramu.
- 1:42:03
Jiarui.
- 1:42:04
Lanjutkan penjelasanmu kepada semua orang.
- 1:42:09
Lalu?
- 1:42:13
Lalu bagaimana?
- 1:42:15
Kalau tak bisa memerankannya, He Fa harus bersujud sepuluh kali.
- 1:42:17
Hahaha.
- 1:42:18
Lalu harus bagaimana?
- 1:42:20
Bukan aku yang bersujud.
- 1:42:24
Jadi, kamu mau bersujud sepuluh kali menggantikan He Fa?
- 1:42:29
Apa?
- 1:42:31
Kamu mau menggantikan He Fa...
- 1:42:32
Bersujud sepuluh kali?
- 1:42:37
Mau bersujud?
- 1:42:51
Lanjutkan bicaramu.
- 1:42:52
Aku mendengarkan.
- 1:43:01
Bicaralah.
- 1:43:04
Bicaralah, bicaralah, bicaralah.
- 1:43:04
Menurutku kita harus fokus pada pertunjukannya.
- 1:43:08
Ya, ini pertunjukan.
- 1:43:11
Memangnya apa yang bukan pertunjukan?
- 1:43:15
Adakah saat di dunia ini ketika orang tidak berakting?
- 1:43:20
Bukankah semua orang berakting?
- 1:43:31
Bicaralah.
- 1:43:32
Kenapa kamu diam saja?
- 1:43:36
Aku sedang berpikir.
- 1:43:38
Bisa anak di belakang itu lebih tenang?
- 1:43:45
Kalau begitu, kamu harus bilang pada mereka.
- 1:43:46
Baru mereka bisa tenang.
- 1:43:47
Tapi kamu cuma mengingatnya sekali.
- 1:43:49
Tidak apa-apa, Nak.
- 1:43:50
Sekarang ia sudah tidak menendangku.
- 1:43:53
Kalau begitu, kamu harus berterima kasih...
- 1:43:59
Kamu memikirkan apa lagi?
- 1:44:02
Semua ini dikarang.
- 1:44:03
Aku tidak memikirkan apa-apa.
- 1:44:04
Cuma melamun.
- 1:44:06
Lalu kalau kamu bertanya, aku akan...
- 1:44:08
Aku akan menyambung ucapanmu.
- 1:44:11
Kamu tidak boleh melamun.
- 1:44:12
Kalau kamu melamun, mereka menonton apa?
- 1:44:14
Menontonmu melamun?
- 1:44:19
Laporan pemantauan psikologismu!
- 1:44:24
Si sok hebat.
- 1:44:26
Jangan menggambar terus.
- 1:44:27
Bangun!
- 1:44:29
Berdiri!
- 1:44:33
Lalu?
- 1:44:40
Si sok hebat.
- 1:44:43
Dan gangguan delusi.
- 1:44:45
Lalu?
- 1:44:47
Lalu...
- 1:44:50
Tokoh ini...
- 1:44:50
Harus memilih antara cita-cita dan cinta.
- 1:44:55
Tapi orang yang dicintainya cuma ilusi.
- 1:44:57
Lalu... lalu...
- 1:45:00
Lalu, ya, pertunjukan ini...
- 1:45:03
Ya, inilah pilihan yang serbasalah.
- 1:45:04
Tapi di babak ketiga,
- 1:45:05
Ia harus mengalami perubahan.
- 1:45:07
Perubahan itu, apakah ia memilih cita-cita atau...
- 1:45:09
Hm.
- 1:45:11
Kalau kamu yang mengalaminya,
- 1:45:11
Apa yang akan kamu pikirkan?
- 1:45:13
Aku...
- 1:45:14
Aku tidak memikirkan apa-apa.
- 1:45:16
Aku hanya duduk begini.
- 1:45:18
Lalu penonton menonton apa?
- 1:45:20
Penonton... penonton...
- 1:45:24
Lalu semua orang duduk.
- 1:45:27
Biarkan semua orang ikut berpikir.
- 1:45:29
Tapi tak ada yang naik ke sini untuk berpikir bersama kita.
- 1:45:37
Harus ada dorongan dari luar.
- 1:45:39
Terus memaksanya, memaksanya...
- 1:45:43
Membuat laporan pemantauan psikologis.
- 1:45:44
Bicaralah, si sok hebat.
- 1:45:55
Orang yang tak pernah muncul dalam hidupku.
- 1:45:57
Atas dasar apa kamu bilang ia nyata?
- 1:46:00
Hei.
- 1:46:03
Aku tidak bisa menemuinya.
- 1:46:04
Kalaupun bertemu, bukan aku.
- 1:46:05
Kalaupun bertemu, ia bukan milikku.
- 1:46:14
Kita terlalu kejam pada tokoh ini.
- 1:46:17
Kalianlah yang menyimpang.
- 1:46:19
Ya, aku menyimpang.
- 1:46:20
Aku sangat menyimpang.
- 1:46:33
Lalu kamu ingin aku bilang apa?
- 1:46:40
Aku tidak ingin kamu mengatakan apa-apa.
- 1:46:58
Pakai rok sialan ini, jalan saja aku tidak bisa.
- 1:47:02
Kalau begitu, kamu bisa memilih melepasnya.
- 1:47:04
Waktu itu kamu bilang bagus.
- 1:47:06
Iya, waktu itu kamu bilang bagus.
- 1:47:24
Jiarui, sekarang kamu jadi lebih ringan?
- 1:47:25
Iya.
- 1:47:29
Lepaskan bajumu.
- 1:47:30
Lalu kamu bisa jadi lebih ringan?
- 1:47:33
Aku...
- 1:47:37
Kamu sedang memainkan pertunjukan sebelumnya?
- 1:47:39
Tidak.
- 1:47:41
Jiarui sedang memainkan pertunjukan sebelumnya.
- 1:47:43
Jiarui, kamu sedang memerankan apa?
- 1:47:44
CC tidak ada di sini.
- 1:47:46
Kamu tidak perlu berbuat begitu.
- 1:47:48
Ia mau pergi ke Wuzhen, ya?
- 1:47:49
Hm, benar.
- 1:47:52
Apa kamu perlu mencari...
- 1:48:00
Seharusnya kubunuh mereka semua.
- 1:48:09
Ada orang?
- 1:48:20
Sial, kenapa dulu aku setuju ikut pertunjukan ini?
- 1:48:28
Kamu mau pergi.
- 1:48:31
Seharusnya sekarang aku di kereta bawah tanah menuju rumah.
- 1:48:33
Kamu mau pergi?
- 1:48:34
Kalau mau pergi, jalan duluan.
- 1:48:42
Astronaut nomor 7.
- 1:48:44
Mohon jawab.
- 1:48:51
Bukan soal menjawab atau tidak. Aku...
- 1:48:55
Aku yang harus kembali.
- 1:48:57
Ia bukan pilihanku. Ia adalah aku.
- 1:49:03
Hm.
- 1:49:05
Hm.
- 1:49:08
Ia pilihan yang terpaksa kuambil.
- 1:49:10
Hm.
- 1:49:14
Hm.
- 1:49:20
Baik.
- 1:49:25
Oke.
- 1:49:28
Apa saja boleh.
- 1:49:31
Aku tahu.
- 1:49:34
Pergilah.
- 1:49:39
Tidak ada konflik dramatis.
- 1:49:44
Lalu bagaimana memainkannya?
- 1:49:45
Katakan padaku.
- 1:49:50
Hm.
- 1:50:02
Misalnya ada alien.
- 1:50:05
Hm.
- 1:50:06
Sekarang seharusnya ada alien.
- 1:50:09
Lalu...
- 1:50:11
Lalu...
- 1:50:13
Lalu ia...
- 1:50:15
Lalu ia...
- 1:50:20
Harus melawan alien.
- 1:50:21
Hm-hm.
- 1:50:22
Lalu ia mengalahkan alien itu.
- 1:50:24
Hm-hm.
- 1:50:25
Lalu...
- 1:50:26
Hm-hm.
- 1:50:35
Lalu...
- 1:50:41
Sudah kamu pikirkan?
- 1:50:51
Sudah kamu pikirkan?
- 1:51:03
Kenapa diam lagi?
- 1:51:21
Belakangan pikiranku selalu...
- 1:51:25
Sangat lambat.
- 1:51:26
Lalu memikirkan banyak persoalan.
- 1:51:28
Persoalan yang sederhana pun butuh...
- 1:51:32
Sekitar empat atau lima kali waktu orang pada umumnya untuk...
- 1:51:36
Berpikir.
- 1:51:38
Mencari kata-kata, lalu...
- 1:51:47
Itu agak sulit bagiku.
- 1:51:54
Seharusnya kamu membawaku juga.
- 1:51:56
Kalau begitu, tak ada cara lain.
- 1:51:59
Artinya, kamu harus...
- 1:52:03
Mengatakannya.
- 1:52:07
Ceritakan hal paling bahagia di masa kecilmu.
- 1:52:17
Hal paling bahagia di masa kecil...
- 1:52:21
Pergi ke pantai bersama gadis yang kusukai.
- 1:52:24
Sejak kecil kamu sudah suka seseorang?
- 1:52:27
Kamu tahu apa artinya suka?
- 1:52:29
Oh.
- 1:52:30
Memangnya umurmu berapa?
- 1:52:34
Di mobil kami bergandengan tangan.
- 1:52:40
Lalu?
- 1:52:46
Lalu ia pergi ke Gala Tahun Baru Imlek.
- 1:52:48
Ia pergi ke Gala Tahun Baru Imlek.
- 1:52:51
Hm.
- 1:52:53
Sekarang kalian masih bertemu?
- 1:52:56
Tak pernah bertemu lagi.
- 1:53:10
Kalau begitu, ceritakan saat paling sedih di masa kecilmu.
- 1:53:14
Hal yang paling menyiksamu.
- 1:53:23
Aku tahu kamu sangat berempati, Amon.
- 1:53:25
Kamu...
- 1:53:26
Aku tidak bilang aku sangat berempati.
- 1:53:30
Keluar dari peran lagi.
- 1:53:31
Keluar dari peran lagi.
- 1:53:31
Aku hanya ingin tahu.
- 1:53:31
Putar lagi lagu yang tadi.
- 1:53:33
Siapa pun yang kamu lihat, ingin kamu tolong.
- 1:53:34
Lalu...
- 1:53:35
Aku tidak ingin menolong semua orang yang kulihat.
- 1:53:37
Kamu kira aku apa, orang suci?
- 1:53:39
Wow.
- 1:53:41
Enyahlah! Omong kosong!
- 1:53:46
Aku cuma ingin bertanya.
- 1:53:48
Aku ingin memahami.
- 1:53:53
Memahamimu tak akan mengubah apa pun.
- 1:53:57
Lalu, jadi apa?
- 1:53:58
Jadi, harus kamu pendam di dalam hati.
- 1:54:00
Terus dipendam di sana.
- 1:54:02
Ah, kalau tak terlihat, tak menyakitkan.
- 1:54:04
Oh, bisa begitu juga.
- 1:54:06
Tapi kamu kelihatan kesakitan.
- 1:54:08
Kamu kelihatan sangat tersiksa.
- 1:54:12
Hmm, lalu bagaimana?
- 1:54:12
Lalu bagaimana?
- 1:54:14
Lalu bagaimana?
- 1:54:15
Kalau begitu, aku tanya.
- 1:54:16
Lalu bagaimana?
- 1:54:16
Lalu bagaimana?
- 1:54:17
Lalu bagaimana?
- 1:54:26
Itu...
- 1:54:42
Bosan sekali.
- 1:54:43
Jiarui.
- 1:54:44
Bosan sekali.
- 1:54:45
Dia membosankan sekali.
- 1:54:47
Kita semua bosan sekali.
- 1:54:49
Bosan itu lumayan enak.
- 1:54:51
Aku suka merasa bosan.
- 1:54:52
Tak ada yang tahu apa-apa.
- 1:54:53
Apa yang harus terjadi? Kita cuma duduk begini.
- 1:55:01
Kamu sedang apa?
- 1:55:02
Mikrofonku lepas.
- 1:55:03
Hahaha.
- 1:55:06
Ayo main permainan.
- 1:55:08
Boleh.
- 1:55:09
Main...
- 1:55:12
Kamu mau main?
- 1:55:12
Main.
- 1:55:13
Kamu ingin main?
- 1:55:14
Hmm.
- 1:55:15
Jadi, kamu masih membenciku?
- 1:55:17
Aku tak pernah membencimu.
- 1:55:18
Aku berharap kamu membenciku.
- 1:55:20
Ayo kita main.
- 1:55:21
Aku hina sekali.
- 1:55:21
Tiga karakter.
- 1:55:23
Cepat, cepat, cepat!
- 1:55:23
Oke.
- 1:55:24
Cepat!
- 1:55:25
Bisa bilang apa saja?
- 1:55:27
Aku yang menangkap. Aku!
- 1:55:28
Kamu yang menangkap.
- 1:55:28
Aku yang menangkap.
- 1:55:29
Oke.
- 1:55:32
Oke.
- 1:55:33
Aku mulai, ya.
- 1:55:34
Oke.
- 1:55:37
Malam itu...
- 1:55:40
Bukankah itu empat karakter?
- 1:55:42
Belum selesai.
- 1:55:43
Malam itu...
- 1:55:46
Aaah!
- 1:55:47
Sial!
- 1:55:50
Jadi, sekarang giliranku menangkap kalian?
- 1:55:51
Kalian kalah.
- 1:55:53
Berarti sekarang aku menangkapmu, ya?
- 1:55:56
Malam itu...
- 1:56:00
Sial!
- 1:56:08
Rok sialan ini.
- 1:56:10
Tak ada yang bisa mengalahkanku dalam permainan ini.
- 1:56:12
Mustahil.
- 1:56:18
Terima kasih, Yun Jianhui.
- 1:56:22
Kesal sekali aku!
- 1:56:37
Sekarang giliranmu menangkap orang.
- 1:56:51
Anjir!
- 1:56:56
Tiga.
- 1:56:57
Cepatlah.
- 1:56:58
Kalian berdua main terlalu lama.
- 1:57:01
Ah!
- 1:57:02
Siapa?
- 1:57:04
Aku kalah.
- 1:57:05
Kamu kalah, ya?
- 1:57:07
Jadi, sekarang kamu yang menangkap, kan?
- 1:57:10
Dia belum menangkapmu.
- 1:57:12
Ah?
- 1:57:12
Dia belum menangkapmu!
- 1:57:13
Dia tidak menangkapku.
- 1:57:20
Cepatlah!
- 1:57:22
Apa? Ada apa?
- 1:57:23
Apa?
- 1:57:24
Mulai!
- 1:57:25
Aku yang menangkap?
- 1:57:26
Iya.
- 1:57:27
Aku yang menangkap?
- 1:57:27
Iya.
- 1:57:45
Haha, maaf.
- 1:57:49
Apa tadi aku menamparmu?
- 1:57:51
Kena jidatku.
- 1:57:54
Kamu masih punya tenaga?
- 1:57:56
Aku...
- 1:57:56
Kamu masih punya tenaga?
- 1:57:58
Masih.
- 1:57:59
Kenapa sama sekali tak gembira?
- 1:58:00
Kenapa kamu murung sekali?
- 1:58:01
Kenapa bahkan saat main kamu begini...
- 1:58:02
Iya.
- 1:58:04
Lalu kamu mau bagaimana?
- 1:58:10
Kamu mau main apa?
- 1:58:11
Kami ikut keinginanmu.
- 1:58:14
Kamu mau main apa?
- 1:58:18
Hmm.
- 1:58:27
Ya, bahkan pertanyaan sesederhana ini...
- 1:58:29
aku masih harus berpikir...
- 1:58:31
sekitar sepuluh... lima belas detik.
- 1:58:36
Kamu bisa mengajak lebih banyak orang main.
- 1:58:40
Rokku jadi kotor.
- 1:58:43
Kamu ingin mengajak orang lain ikut main?
- 1:58:45
Hmm.
- 1:58:47
Kalau begitu, kamu bisa tanya...
- 1:58:49
apa ada yang mau main bersama kita.
- 1:58:54
Tapi tubuhku kotor sekali.
- 1:58:58
Kenapa murung sekali?
- 1:59:01
Kenapa murung sekali?
- 1:59:01
Lalu kita harus bagaimana?
- 1:59:14
Kamu harus lebih gembira.
- 1:59:18
Kamu harus lebih gembira.
- 1:59:22
Ini rasanya seperti...
- 1:59:24
“Jangan katakan pada teman yang depresi...”
- 1:59:26
salah satu dari tiga kalimat itu.
- 1:59:31
“Tiga hal yang jangan dikatakan pada teman yang depresi.”
- 1:59:34
Salah satunya.
- 2:00:06
Hei.
- 2:00:08
Hmm?
- 2:00:11
Ceng, ceng!
- 2:00:16
Apa?
- 2:00:17
Ceng!
- 2:00:22
Hah?
- 2:00:25
Aktingnya jelek sekali.
- 2:00:26
Ini kalian sebut teater?
- 2:00:31
Kenapa kamu minum air?
- 2:00:34
Sutradara, bukankah ini sudah bagus?
- 2:00:36
Kurang bagus.
- 2:00:37
Lalu menurutmu bagaimana?
- 2:00:38
Tidak sesuai harapanku.
- 2:00:40
Harapanmu juga tidak kamu jelaskan.
- 2:00:43
Aku bahkan tak bisa mendengar kalian bicara.
- 2:00:44
Sudah kubilang delapan ratus kali.
- 2:00:46
Keluarkan suaramu!
- 2:00:48
Ini sedang berakting!
- 2:00:50
Pakai suara dari perut.
- 2:00:51
Aku mengundang kalian ke sini...
- 2:00:52
untuk berakting.
- 2:00:55
Jiarui, ajari cara mengeluarkan suara dari perut.
- 2:00:59
Oke, mengerti.
- 2:01:05
Pelajari bunyi dan rima, bedakan empat nada.
- 2:01:07
Yin, yang, shang, dan qu harus jelas.
- 2:01:10
Sutradara, begini?
- 2:01:12
Bukan itu yang kusuruh.
- 2:01:13
Menurutku bukan begitu.
- 2:01:15
Bukan, bukan yang ini.
- 2:01:17
Bukan itu maksudku.
- 2:01:19
Oke.
- 2:01:23
Kurasa mungkin aku...
- 2:01:26
agak keliru menyampaikan maksudku.
- 2:01:29
Eh, maksudku... hmm...
- 2:01:32
Aku tak butuh kalian bicara sejelas itu.
- 2:01:35
Tinggalkan semua itu.
- 2:01:37
Biarkan semua orang melihat kalian.
- 2:01:39
Zichou, Jiarui, biarkan mereka melihat kalian.
- 2:01:42
Menurutku Amon seperti dewi.
- 2:01:44
Dia benar-benar dewiku.
- 2:01:46
Aku sayang sekali padanya.
- 2:01:48
Kenapa kalian tak bisa menyayanginya juga?
- 2:01:52
Mungkin mereka tak menyukaimu.
- 2:01:55
Kenapa dunia ini...
- 2:01:57
tak bisa membuat para lelaki pendiam itu menghilang?
- 2:02:00
Ih, bikin kaget saja. Huh!
- 2:02:03
Lihatlah dia.
- 2:02:05
Dia ada di depan kalian berdua, hidup-hidup.
- 2:02:09
Kenapa tidak melihatnya?
- 2:02:10
Ini apa? Cat?
- 2:02:13
Sial, apa hubungannya semua ini denganku?
- 2:02:15
Semua ini kamu yang menciptakan.
- 2:02:17
Kenapa kamu tak bisa melihatnya?
- 2:02:22
Karena... akan menghilang.
- 2:02:24
Sial.
- 2:02:24
Kalau kita masih harus mengikuti naskah...
- 2:02:27
Kalau kamu tak mau...
- 2:02:28
itu berarti kamu sudah menang.
- 2:02:30
Kamulah pemenang hari ini.
- 2:02:33
Jadi, dia?
- 2:02:34
Jadi, kamu?
- 2:02:37
Jadi, kamu?
- 2:02:39
Anjir, penonton hari ini sopan-sopan sekali.
- 2:02:41
Aha!
- 2:02:42
Lalu kamu mau apa?
- 2:02:45
Ada yang mau naik dan memukul Jiarui?
- 2:02:46
Cepat angkat tangan.
- 2:02:48
Boleh memukul?
- 2:02:49
Boleh.
- 2:02:50
Boleh menghajar sesuka hati, ya?
- 2:02:51
Boleh.
- 2:02:52
Tapi aku akan melawan balik.
- 2:02:53
Haha.
- 2:02:54
Dia akan melawan balik.
- 2:02:55
Siapa yang mau naik?
- 2:02:57
Siapa merasa bisa menggantikan...
- 2:02:58
posisi aktor laki-laki ini?
- 2:02:59
Kamu? Yang berambut panjang?
- 2:03:01
Bagaimana melawan baliknya?
- 2:03:03
Hahaha.
- 2:03:04
Bisa melawan balik.
- 2:03:06
Aku kan belum mati, anjir.
- 2:03:07
Sial, ayo!
- 2:03:09
Siapa yang bisa menggantikan aktor ini?
- 2:03:12
Sendirian aku tak bisa mengalahkannya.
- 2:03:14
Bisa kok. Sial, aku lemah kalau berkelahi.
- 2:03:18
Gawat, dia pergi ke Bulan. Bagaimana ini?
- 2:03:22
Apa namanya tadi?
- 2:03:23
Dia datang.
- 2:03:24
Dia akan pergi ke Bulan lebih awal.
- 2:03:26
Bagaimana ini?
- 2:03:28
Bunuh aku.
- 2:03:28
Gawat.
- 2:03:30
Tak ada seorang pun yang ingin membunuhmu.
- 2:03:33
Semua yang ada di sini menjadi beban kalian.
- 2:03:37
Siapa yang menata semua benda ini?
- 2:03:38
Sudah bilang padaku?
- 2:03:40
Sudah.
- 2:03:42
Bilangnya di mimpi, ya?
- 2:03:43
Aku benar-benar tak tahu.
- 2:03:45
Sudah kubilang padamu.
- 2:03:46
Sudah kubilang untuk membawa benda-benda ini.
- 2:03:48
Kamu yang membawanya.
- 2:03:50
Kalau begitu, maaf.
- 2:03:53
Dia berlari keluar.
- 2:03:55
Kamu tak menginginkan benda-benda ini lagi?
- 2:03:56
Sudah tak perlu.
- 2:03:59
Yang kulakukan tadi namanya “teater penindas”.
- 2:04:02
Semuanya sudah tak perlu.
- 2:04:03
Ah!
- 2:04:04
Ada orang yang menggantikan Jiarui palsu...
- 2:04:07
lalu naik dan melanjutkan aktingnya.
- 2:04:08
Jangan begitu.
- 2:04:10
Eh...
- 2:04:12
Jiarui, kamu tak bisa hidup tanpa benda-benda ini?
- 2:04:16
Jiarui butuh selembar kain.
- 2:04:17
Selembar... itu.
- 2:04:18
Iya.
- 2:04:19
Karena Jiarui tidak memakai baju.
- 2:04:19
Ini properti pentingku.
- 2:04:20
Maksudku, dia...
- 2:04:22
Jiarui sudah bilang padamu dia butuh ini.
- 2:04:25
Kalau tak ada kain...
- 2:04:26
dia akan mencari kantong tidur.
- 2:04:27
Atau selimut, atau mencari...
- 2:04:30
Aku tahu.
- 2:04:31
Aku cuma tak menyangka hari ini dia masih begini.
- 2:04:37
Jadi, pemeran utama laki-laki kita...
- 2:04:41
Bisa kita ulang sekali lagi?
- 2:04:43
Iya.
- 2:04:44
Aku sutradaranya.
- 2:04:44
Dia pemeran utama laki-lakinya.
- 2:04:46
Dia memerankan sutradara dalam lakonmu.
- 2:04:47
Kamu lupa?
- 2:04:48
Dia pemeran utama laki-lakinya.
- 2:04:48
Dia sutradara dalam lakonmu.
- 2:04:49
Kamu pemeran utamanya.
- 2:04:50
Iya.
- 2:04:50
Dia pemeran utamanya.
- 2:04:51
Dia pemeran utama laki-laki dalam lakonmu.
- 2:04:51
Aku tahu dia pemeran utamanya.
- 2:04:53
Mereka berdua sama-sama...
- 2:04:53
kamu yang menciptakan, kan?
- 2:04:55
Gao Pengfei, bawa aku pergi.
- 2:04:55
Kamulah pemeran utama yang sebenarnya.
- 2:04:57
Semuanya dari...
- 2:05:02
Semuanya dari...
- 2:05:06
Zhao Xuan yang menciptakannya.
- 2:05:07
Tapi Zhao Xuan tidak ada di sini hari ini.
- 2:05:09
Kamu yang ada di sini.
- 2:05:11
Oke.
- 2:05:14
Jadi, sekarang kita mulai babak berapa?
- 2:05:16
Katakan padaku.
- 2:05:18
Kalian bisa...
- 2:05:18
Aku tak tahu naskah yang kalian sepakati diam-diam.
- 2:05:21
Tak ada naskah.
- 2:05:22
Tak ada yang menghafalkan naskahnya.
- 2:05:24
Kita punya naskah.
- 2:05:25
Oh, ada naskah.
- 2:05:26
Tapi tak ada yang menghafalkannya.
- 2:05:27
Rupanya kalian sudah memilih sutradara sendiri...
- 2:05:29
lalu mencampakkanku.
- 2:05:30
Tidak.
- 2:05:31
Tidak.
- 2:05:31
Aku sayang kamu, sayang, sayang.
- 2:05:33
Tidak.
- 2:05:33
Aku tak merasakan kasih sayang apa pun dari kalian.
- 2:05:35
Tadi...
- 2:05:40
Aku duduk di bawah menonton kalian... tangisnya lama sekali.
- 2:05:44
Mereka tidak menangis. Cuma...
- 2:05:47
Jadi, sekarang aku sangat marah.
- 2:06:03
Tanpa bunyi-bunyian ini, kamu tak bisa hidup, Jiarui?
- 2:06:06
Sial, berhenti mengajariku!
- 2:06:09
Aku muak sekali, anjir.
- 2:06:12
Jiarui sudah tak tahan.
- 2:06:16
Lebih seru main permainan saja.
- 2:06:18
Menurutku...
- 2:06:19
tak usah bicara sebanyak itu.
- 2:06:22
Jangan terlalu banyak bicara.
- 2:06:22
Ayo main saja.
- 2:06:24
Ya, menurutmu boleh, kan, Sutradara?
- 2:06:25
Sial.
- 2:06:25
Boleh.
- 2:06:26
Jiarui, masih oke?
- 2:06:28
Ayo.
- 2:06:29
Sutradara bilang kita boleh main.
- 2:06:30
Ayo.
- 2:06:31
Bisa lebih gembira sedikit?
- 2:06:33
Kalau tidak, nanti sutradara memarahi kita lagi.
- 2:06:35
Biar saja.
- 2:06:36
Aku tak mau dimarahi dia.
- 2:06:38
Kalian membuatku terdengar seperti tiran.
- 2:06:40
Lalu kita main apa?
- 2:06:46
Masih main Tiga Karakter?
- 2:06:50
Atau main patung-patungan?
- 2:06:59
Main yang satu orang duduk di tengah dengan mata tertutup.
- 2:07:02
Kita bertiga mengelilinginya dan memukulnya.
- 2:07:05
Lihat siapa yang bisa dia tangkap.
- 2:07:07
Boleh.
- 2:07:07
Oke.
- 2:07:09
Kalau begitu, kamu duluan.
- 2:07:10
Aku yang jadi?
- 2:07:10
Oke.
- 2:07:11
Ayo.
- 2:07:12
Bagaimana kalau suit dulu supaya lebih adil?
- 2:07:14
Tak apa, biar aku saja.
- 2:07:16
Jadi, suit atau bagaimana?
- 2:07:21
Kalau begitu, kamu saja.
- 2:07:22
Aku.
- 2:07:24
Oke.
- 2:07:25
Jadi...
- 2:07:25
sekarang kita memberi penghormatan pada seni performans itu?
- 2:07:28
Aku menutup mata...
- 2:07:28
kalian boleh melakukan apa saja padaku.
- 2:07:30
Seni performans yang mana?
- 2:07:32
Yang itu.
- 2:07:33
Aku tak tahu.
- 2:07:34
Tak penting. Lupakan saja.
- 2:07:35
Duduk, duduk, duduk.
- 2:08:16
Hampir saja.
- 2:08:23
Kena kamu!
- 2:08:24
Aku dipaksa...
- 2:08:25
Hahaha.
- 2:08:26
Dia mengkhianatimu.
- 2:08:28
Aku terpaksa...
- 2:08:38
Aku ingin membunuh kalian semua.
- 2:08:39
Seperti apa naskah asli kalian?
- 2:08:41
Jiarui mau membunuh kita semua.
- 2:08:43
Bunuh.
- 2:08:44
Hmm.
- 2:08:46
Pengkhianatan.
- 2:08:51
Tutup mata.
- 2:09:01
Kamu sedang apa?
- 2:09:01
Amon.
- 2:09:03
Aku sedang menangkap Jiarui.
- 2:09:05
Lepaskan dia.
- 2:09:06
Jiarui kelihatannya agak menggila.
- 2:09:08
Lepaskan dia.
- 2:09:09
Kalau tidak, nanti dia bisa menggigit orang.
- 2:09:11
Bukankah dia mau membunuh kita?
- 2:09:13
Menggigit belum seberapa dibanding itu.
- 2:09:15
Akan kubunuh kalian semua.
- 2:09:34
Jiarui, aku sudah berdamai denganmu.
- 2:09:39
Sial, jangan bicara, aku...
- 2:09:44
Kubilang aku sudah berdamai denganmu.
- 2:09:46
Terima kasih.
- 2:09:53
Menurutmu itu penting?
- 2:09:57
Aku tak merasa...
- 2:09:59
Di usiaku ini...
- 2:10:00
mana mungkin aku punya teman sepertimu?
- 2:10:03
Hahaha.
- 2:10:07
Ha!
- 2:10:10
Aaah!
- 2:10:13
Ah!
- 2:10:16
Ah, ha! Ah, ha! Ah, ha!
- 2:10:20
Bertobatlah.
- 2:10:24
Ah!
- 2:10:32
Jadi...
- 2:10:32
semuanya harus diselesaikan hari ini juga?
- 2:10:34
Aku mau mati.
- 2:10:36
Begitu?
- 2:10:37
Mungkin orang-orang tak tahu apa yang terjadi pada kita.
- 2:10:39
Mungkin mereka harus menonton filmnya agar tahu...
- 2:10:41
apa yang sedang kita lakukan.
- 2:10:42
Huh.
- 2:11:08
Semuanya masih hidup, anjir.
- 2:11:37
Kamu keterlaluan.
- 2:11:40
Ah.
- 2:11:42
Luka harus dibuka agar bisa sembuh.
- 2:11:43
Paham? Tak bisa terus kamu tutupi.
- 2:11:45
Sudah bernanah.
- 2:11:45
Oke, oke, oke.
- 2:11:46
Kubuka, ya.
- 2:11:51
Benar, kan?
- 2:11:55
Sudah, sudah. Lihat.
- 2:12:11
Ini bukan hal yang paling utama.
- 2:12:21
Ayo lanjutkan saja.
- 2:12:29
Tutup matamu.
- 2:12:39
Hei, kamu siapa?
- 2:12:40
Ah, apa aku menangkapmu?
- 2:12:41
Ricky, Ricky, turunlah.
- 2:12:43
Turunlah. Sudah, tak perlu.
- 2:12:46
Turunlah.
- 2:12:48
Gawat, sutradara utama kita sudah angkat bicara.
- 2:12:50
Sutradara yang sebenarnya sudah bicara.
- 2:12:54
Sutradara utama kita sudah bicara.
- 2:12:55
Sutradara yang sebenarnya.
- 2:12:56
Lalu...
- 2:12:57
Lalu...
- 2:12:59
sutradara yang sebenarnya.
- 2:13:00
Lalu sutradara di dalam film.
- 2:13:01
Lalu sutradara di dalam lakon.
- 2:13:02
Lalu sutradara yang entah dari mana ini.
- 2:13:05
Ada empat sutradara di panggung.
- 2:13:07
Aktingnya... benar-benar jelek sekali.
- 2:13:08
Sungguh.
- 2:13:09
Sudah tak bisa melanjutkan akting.
- 2:13:10
Turun saja dan jadi penonton.
- 2:13:12
Baiklah.
- 2:13:12
Kenapa? Aku tak mau turun.
- 2:13:13
Biarkan mereka bertiga melanjutkan. Sungguh.
- 2:13:16
Ricky, turunlah. Turun.
- 2:13:18
Kalau aku tetap tak mau turun?
- 2:13:20
Aktingnya... jelek sekali.
- 2:13:21
Benar-benar jelek.
- 2:13:21
Aku tahu aktingku jelek sekali.
- 2:13:23
Tapi aku datang karena kamu menyuruhku main dalam lakon ini.
- 2:13:26
Oke, oke, oke.
- 2:14:39
Akan kubunuh kalian semua.
- 2:14:55
Bunuh saja aku.
- 2:15:02
Kalau berani, bunuh aku.
- 2:15:11
Aaah!
- 2:15:42
Jangan begitu.
- 2:15:44
Sungguh, jangan begitu.
- 2:16:37
Babak berikutnya.
- 2:16:44
Babak berikutnya.
- 2:16:48
Apa tadi?
- 2:16:55
Iya.
- 2:16:56
Iya.
- 2:16:58
Iya.
- 2:17:02
Iya.
- 2:17:04
Iya.
- 2:17:13
Kamu bicara dulu.
- 2:17:15
Lalu aku.
- 2:17:17
Lalu dia.
- 2:17:36
Dilarang merokok di sini.
- 2:17:37
Aku tahu. Aku tak mau tampil bersama kalian lagi.
- 2:17:58
Sudah merasa lebih baik?
- 2:18:02
Hmm.
- 2:18:28
Jadi...
- 2:19:06
Babak terakhir adalah...
- 2:19:08
Whale Fall.
- 2:19:09
Ah.
- 2:19:10
Iya.
- 2:19:11
Lalu...
- 2:19:14
sutradara turun dari panggung.
- 2:19:16
Lalu kita melewatkan banyak bagian.
- 2:19:17
Kita melewatkan banyak bagian.
- 2:19:19
Tidak.
- 2:19:19
Masih ada bagian di tengah.
- 2:19:22
Masih ada...
- 2:19:23
masih ada satu babak lagi.
- 2:19:24
Babak yang mana?
- 2:19:27
Teater boneka.
- 2:19:33
Oke.
- 2:19:36
Lewati.
- 2:19:36
Kamu mau melewatkan teater boneka?
- 2:19:38
Hmm.
- 2:19:39
Kamu yakin?
- 2:19:42
Jadi, teater bonekanya dilewati?
- 2:19:44
Oke.
- 2:19:47
Bukan di sini.
- 2:19:47
Tidak dimainkan di sini.
- 2:19:48
Tidak dimainkan di sini.
- 2:19:49
Iya.
- 2:19:51
Lalu kamu mau main di mana?
- 2:19:53
Sudah pernah dimainkan.
- 2:19:55
Tak perlu dimainkan lagi.
- 2:19:57
Oke.
- 2:19:58
Jadi, sekarang babak terakhir?
- 2:19:59
Hmm.
- 2:20:00
Baiklah. Babak terakhir diatur bagaimana?
- 2:20:01
Kita...
- 2:20:03
duduk di...
- 2:20:05
tempat semula.
- 2:20:07
Lalu...
- 2:20:10
dia bicara dulu...
- 2:20:13
atau kamu yang bicara dulu?
- 2:20:15
Dia bicara dulu.
- 2:20:16
Dia bicara dulu.
- 2:20:17
Lalu aku yang bicara.
- 2:20:18
Lalu kamu bicara.
- 2:20:19
Lalu dia bicara lagi.
- 2:20:21
Aku bicara lagi.
- 2:20:22
Kamu bicara lagi.
- 2:20:23
Dia bicara lagi.
- 2:20:25
Aku bicara lagi, lalu kamu.
- 2:20:28
Ayo.
- 2:22:01
Entah sejak hari apa, aku...
- 2:22:07
memutuskan...
- 2:22:11
perasaan.
- 2:22:14
Cinta.
- 2:22:16
Benci.
- 2:22:18
Muak, tersiksa.
- 2:22:23
Gembira.
- 2:22:26
Seperti...
- 2:22:28
seperti operasi pemotongan kornea.
- 2:22:31
Dipotong, lalu hilang begitu saja.
- 2:22:37
Tak bisa merasakan apa-apa.
- 2:22:42
Iya.
- 2:22:44
Iya.
- 2:22:47
Iya.
- 2:23:10
Lalu Amon yang bicara.
- 2:23:11
Amon, apa yang sedang kamu pikirkan?
- 2:23:14
Tidak memikirkan apa-apa.
- 2:23:35
Hmm.
- 2:23:36
Iya.
- 2:23:39
Maksudnya...
- 2:23:41
membuatmu bicara sebanyak ini...
- 2:23:44
Hmm.
- 2:23:48
Mengatakan semua ini...
- 2:23:50
mungkin semuanya mewakili...
- 2:23:53
Saat mendengarmu mengatakan semua ini...
- 2:23:57
pasti masih ada bagian yang belum sepenuhnya terungkap.
- 2:24:02
Sial.
- 2:24:05
Ya, itu seharusnya diungkapkan.
- 2:24:10
Ungkapkan dia.
- 2:24:12
Apa itu baik untukku?
- 2:24:13
Itu akan membantumu.
- 2:24:14
Membantuku?
- 2:24:16
Ya, akan membantumu.
- 2:24:17
Tapi aku tahu kamu tak bisa menerimanya.
- 2:24:25
Ada semacam... kenyataan di dalamnya.
- 2:24:28
Iya, dan ada tekanan juga.
- 2:24:46
Teruskanlah.
- 2:24:47
Aku sedang mendengarkan.
- 2:24:56
Sekarang aku...
- 2:24:58
pikiranku kosong sama sekali.
- 2:25:02
Ada yang kamu lewatkan.
- 2:25:04
Banyak kata yang kamu lewatkan.
- 2:25:07
Seharusnya...
- 2:25:08
“Ya” yang tadi.
- 2:25:09
Itu seharusnya diungkapkan.
- 2:25:10
Mengungkapkannya seharusnya membantu kita.
- 2:25:12
Tapi aku tak tahu bagaimana mengungkapkannya.
- 2:25:14
Iya, benar.
- 2:25:15
Lalu, ketiga kalinya kami berlutut berhadapan.
- 2:25:17
Awalnya aku membantunya...
- 2:25:18
tapi tak terasa apa-apa.
- 2:25:18
Jadi, terpaksa kulakukan sendiri.
- 2:25:19
Tapi setelah cukup lama...
- 2:25:21
keringat di punggung mengalir sampai ke pantat...
- 2:25:22
tetap tak berhasil.
- 2:25:23
Oh, iya.
- 2:25:23
Begitulah.
- 2:25:24
Aku tahu semua ini sulit dikatakan siapa pun.
- 2:25:26
Tapi entah bagaimana, aku tetap menerimanya.
- 2:25:28
Kamu tahu?
- 2:25:30
Ah, ya, jadi...
- 2:25:31
Anjir, menurutku...
- 2:25:33
perkataan seperti itu benar-benar menjijikkan, anjir.
- 2:25:36
Kamu tahu?
- 2:25:36
Menjijikkan sekali, anjir.
- 2:25:37
Persetan dengan ibumu!
- 2:25:39
Iya.
- 2:25:40
Jadi, dia menelan... menelan semuanya.
- 2:25:45
Huh.
- 2:25:48
Menelannya begitu saja.
- 2:25:52
Teruskan.
- 2:25:58
Lalu dia menelan...
- 2:25:59
dia menelannya.
- 2:26:01
Tidak melawan, juga tak berani membantah.
- 2:26:02
Dan tak bisa membantah.
- 2:26:08
Huh.
- 2:26:09
Teruskan.
- 2:26:19
Aku...
- 2:26:21
tak mau bicara.
- 2:26:30
Jiwa mendidihkan kota demi kota yang sunyi.
- 2:26:40
Batu yang terikat erat...
- 2:26:43
menghantam tanah yang keras.
- 2:26:55
Bagaimana pendapatmu tentang Xu Jinjiang?
- 2:26:58
Menurutku dia baik.
- 2:27:00
Dia cukup bagus.
- 2:27:05
Menurutku dia terlalu mati rasa.
- 2:27:06
Mati rasa seperti batu prasasti.
- 2:27:07
Kenapa dia tak merasakannya?
- 2:27:09
Lakon ini kutulis untuk dia.
- 2:27:19
Kamu tahu kenapa kupilih kamu jadi aktor?
- 2:27:21
Aku tak tahu.
- 2:27:33
Karena aku gila.
- 2:27:35
Hehe, kamu gila.
- 2:28:24
Kamu sedang apa?
- 2:28:25
Kamu mau apa?
- 2:28:32
Kamu sedang apa?
- 2:28:34
Bukankah pikiranmu kosong?
- 2:28:37
Hmm, perlu aku bicara untukmu?
- 2:28:43
Kamu mau aku bicara untukmu?
- 2:28:45
Bicaralah.
- 2:28:48
Satu-satunya tembakanku yang berhasil...
- 2:28:50
terjadi saat aku terbangun sendirian pada suatu malam...
- 2:28:52
sambil memegang tangannya dan bermasturbasi.
- 2:28:59
Cuma ada bagian tubuh yang satu ini...
- 2:29:01
tapi aku tak bisa mengendalikannya.
- 2:29:02
Sialan!
- 2:29:04
Cuma bagian tubuh yang satu ini...
- 2:29:05
aku tak bisa mengendalikannya.
- 2:29:10
Sekarang pikiranku kosong sama sekali.
- 2:29:13
Kesadaran sudah mengeluarkan magasinnya.
- 2:29:17
Tak apa.
- 2:29:18
Aku bisa sendiri.
- 2:29:20
Kamu pergi dulu saja.
- 2:29:22
Aku bisa mengatasinya sendiri.
- 2:29:39
Lepaskan!
- 2:29:44
Menurutmu begini seru?
- 2:29:49
Menurutmu begini seru?
- 2:29:52
Ah?
- 2:29:57
Menurutmu begini seru?
- 2:29:58
Seru.
- 2:30:00
Seru sekali.
- 2:30:01
Serunya di mana?
- 2:30:02
Rasanya aman sekali.
- 2:30:03
Kamu tahu?
- 2:30:04
Karena tak ada... tak seorang pun bisa melihatmu.
- 2:30:07
Iya.
- 2:30:08
Karena tak ada yang menatapmu.
- 2:30:10
Hmm, karena kamu takut.
- 2:30:11
Kamu pengecut.
- 2:30:14
Iya.
- 2:30:17
Jalannya buntu.
- 2:30:19
Bisa lewat.
- 2:30:29
Teruskan bicaramu.
- 2:30:37
Jadi, semua ini sudah selesai?
- 2:30:40
Hmm.
- 2:30:41
Orang-orang tak akan bisa melihat kita lagi.
- 2:30:47
Mereka akan kebingungan.
- 2:30:50
Iya.
- 2:30:55
Jadi, inilah yang kamu inginkan.
- 2:31:01
Jadi, ini yang kamu inginkan?
- 2:31:04
Iya.
- 2:31:06
Tak seorang pun bisa melihatmu.
- 2:31:09
Iya.
- 2:31:55
Eh...
- 2:31:57
Terima kasih semuanya...
- 2:31:59
sudah datang menonton pertunjukan kami.
- 2:32:00
Pertunjukan kami sudah selesai.
- 2:32:02
Lalu...
- 2:32:04
terima kasih kepada ketiga...
- 2:32:05
oh, bukan, keempat...
- 2:32:06
oh, lima...
- 2:32:07
lima aktor atas penampilan luar biasa mereka.
- 2:32:08
Percayalah padanya. Percayalah.
- 2:32:10
Percayalah pada sains, ya?
- 2:32:11
Silakan bersenang-senang, semuanya.
- 2:32:13
Aku menunggumu di Bulan, ya.
- 2:32:15
Kamu tak boleh... dia membohongimu.
- 2:32:17
Kamu tak tahu apa arti hal itu bagiku...
- 2:32:19
apa maknanya.
- 2:32:20
Dia membohongimu.
- 2:32:22
Siapa yang kencing di lantai toilet?
- 2:32:22
Aku sudah menunggu kesempatan itu selama lima tahun.
- 2:32:23
Dia membohongimu.
- 2:32:25
Siapa yang kencing di lantai toilet?
- 2:32:26
Aku tadi masuk tanpa alas kaki.
- 2:32:28
Dia membohongimu.
- 2:32:29
Toilet?
- 2:32:31
Kamu hanya perlu melewati pintu itu.
- 2:32:36
Sang raja melangkahkan kakinya yang tangkas...
- 2:32:38
lalu berlari menuju pintu.
- 2:32:42
Raja kita melewati sebuah pintu.
- 2:32:48
Siapa yang kencing di lantai toilet?
- 2:33:01
Ada beberapa kata...
- 2:33:04
yang ingin kusampaikan pada bintang-bintang fajar.
- 2:33:26
Aku memang tak peduli pada apa pun.
Video subtitle record
VERIFIED SUBTITLE TRANSCRIPT
Shoot Self with You (English Subtitles) Chinese Experimental Film / Directed by He Fa
Bahasa Indonesia · 2033 cues
YouTube 平台字幕存档;未经逐句人工听校
Project · Human Surrender / Shoot Self with You
PROJECT / ARCHIVE CONTEXT
Context and introduction
Canonical projectP4E-002 · Human Surrender / Shoot Self with YouDerived from public video metadata (not from subtitle text)
This public video belongs to “Human Surrender / Shoot Self with You”. The introduction is derived from the public video title and description: After a three-year pandemic, a theatre director creates a play to confront his inability to love—then finds himself trapped inside the story he staged.
- Published (UTC)
- 2026-07-09 05:15:31 UTC
- Duration
- 2:36:23
- Format
- Long-form video
- Subtitles
- Full text archived
- Subtitle languages
- en, id, ja, ko
Verification
YouTube readback consistency
Verified
Oct 18, 2026
SHA-256
b729ad0a0a76…7fdf490e
Timestamps open the corresponding moment on YouTube. Verification confirms preservation consistency, not human word-by-word proofreading.
